Waktu Aku Naik Gunung

Minggu, 22 Juli 2012 06:23:01

            Selamat pagi semuanyaaa! Apa kabar nih? Aku lagi flu inii.. uhuk uhuk *srooot* nggak enak banget rasanya *srooot*. Btw *srooot* pagi ini dingin banget. Enaknya tidur-tiduran di kasur nih. Apalagi selimutan, dengerin lagu keren, tertidur dengan nyaman deh akhirnya... Ehe ehe ehe *srooot*
My first climbing
            Dingin-dingin begini jadi inget waktu aku naik gunung ... *srooot* Gunung beneran lho, jangan salaah :D Jadi, waktu SMA dulu –dulu? Padahal baru aja lulus.hehe- aku ikut ekskul yang paling keren di sekolahku: Ganesha Pala. Yeah, engkau benar saudara. Itu adalah ekskul pecinta alam. Waktu itu, aku adalah satu-satunya cewek seangkatanku yang ikut GP. Sedangkan anggota GP angkatanku –yang ke-26- waktu itu adalah sebelas orang. Tentunya kamu sudah tahu bukan, ekskul pecinta alam tuh ngapain aja kerjaannya? Kalo di sekolahku, tentu aja naik gunung :D Liburan semester I kelas X, aku mendaki lawu dalam acara Funtracking I. Potonya di sebelah kiri ini :)
 


            Setelah itu, aku ultah yang ke-16. Seseorang ngasih aku novel berjudul 5 cm. Sampai sekarang, novel itu masih jadi novel favoritku :) Nah, ceritanya, di novel itu ada lima sahabat yang udah lengket banget sedari SMA.
Terus, mereka bosen dan mutusin buat nggak ketemuan dulu selama tiga bulan. Setelah tiga bulan berlalu, mereka ngerayain pertemuan kembali dengan naik gunung! Dan gunung yang mereka daki adalah Semeru. Sejak saat itulah aku pengen banget ke Semeru. Nggak disangka-sangka, ternyata tahun itu di GP ada event Funtracking II yang sebelumnya nggak diadain. Dan if you know saudara-saudara, tujuan Funtracking II itu adalah Semeru! Pucuk dicinta ulampun tibaaa... Hahaha! Akhirnya, pada tanggal 4 Juli 2010 aku dan teman-temanku pun bertolak ke Malang dengan tujuan gunung tertinggi di Jawa: Semeru :) So, here I am there, with my second family, Ganesha Pala ...
Mahameru, puncak para dewa

Aaah, seneng banget kaaan kalo mimpimu bisa jadi kenyataan tanpa nunggu lama? ehehehehe

Kelas XI, aku naik ke Lawu again :) Nih, potonya lagi! Hehe puncaknya udah direnovasi tuh. Plang tanda puncak yang compang-camping itu sudah diganti dengan tugu keren berbalut bendera merah putih gedhe.
Hargo Dumilah New

            Setelah itu, aku kembali menjalani hari-hariku di sekolah sebagaimana biasa. Kupikir, aku nggak akan naik gunung lagi. Eh, pas akhir kelas XI ada tawaran naik ke  Arjuna. Langsung aku iyain. Hehehe. Jadi, habis study tour ke Bali dulu, besoknya aku langsung cabut ke Malang. Kali ini tujuannya Arjuna :) Hahaa kalo pas ke Semeru bekalku se-carrier penuh sampe hampir ga kuat bawa-bawa sepanjang perjalanan, kali ini cukup bermodalkan sebuah tas ransel yang biasa aku pake sekolah, sleeping bag, superbubur-yang akhirnya nggak aku makan-, sebotol air minum, dan sebuah jaket, aku dan teman-temanku -yang kali ini bukan dari GP- mendaki Arjuna. Boleh dibilang, pendakianku ke Arjuna ini adalah yang paling menguras emosi. Walaupun jalurnya nggak sejauh Semeru, tapi medannya itu lhooo ... Setidaknya kalo ke Semeru kan jalurnya landaaaai terus gitu, baru deh bener-mendaki pas dari Kalimati sampe puncak –dari situ kita udah nggak bawa-bawa tas carrier lagi, alias cukup berbekalkan nyawa, mental yang kuat, sedikit makanan dan minuman, serta P3K-. Nah kalo di Arjuna ini, udah jauuuhh menanjak terus, dan kayaknya kita gampang capek waktu itu, jadi nggak nyampe-nyampe deh. Tapi, begitu nyampe puncak setelah perjuangan yang panjang, rasanya tuh lega banget. Seneng banget. Dan ini dia aku sama temen-temenku di puncak Arjuna :)

            Well, mendaki Arjuna adalah perjalananku yang terakhir semasa SMA. Aku masih ingat bagaimana aku merayu ibuku sampai menangis agar diijinkan mendaki Arjuna. Setelah pendakian yang menyenangkan itu, aku pun kembali ke sekolah. Kali ini benar-benar kembali. Menjadi siswa yang rajin, mencatat setiap pelajaran yang penting, dan belajar untuk ujian akhir dan ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri.
            Kalau kamu tidak suka naik gunung, sudah pasti kamu bertanya,”Apa sih enaknya naik gunung tuh? Dapet apa coba? Paling capek doang.” Emang sih capek. Tapi nggak capek doang. Well, karena aku seneng naik gunung, jadi aku nggak bia ngasih alasan yang logis kenapa kamu harus naik gunung, sekaliiii aja seumur hidup kamu. Pokoknya, begitu kamu nyampe tuh puncak, banyak hal yang kamu dapatkan, tapi nggak bisa diungkapin dengan kata-kata.hehehe
Seperti kata Soe Hoek Gie di buku hariannya yang dikutip dari seseorang bernama Wall Hitman kalo nggak salah :
Now I see the secret of making the best person
It is to grow in the open air
And to eat and sleep with the earth

Atau kata Bapak Palang Merah Dunia, Sir Henry Dunant:
Sebuah negara tidak akan pernah kekurangan seorang pemimpin apabila anak  mudanya sering bertualang di hutan, gunung, dan lautan.

Begitulah aku yang seneng naik gunung. Sekarang sih, ibuku sudah melarangku naik gunung lagi gara-gara SMA-ku yang kayak begitu –ga merhatiin pelajaran, ke GP, naik gunung, main kemana-mana-. Ah, tapi pasti ada jalan kok. Sebenernya ibuku kan nggak benci-benci amat kalo aku naik gunung :) Oiya, kalo kamu paling seneng ngapain?
Btw, have a nice fasting yaaa :) *srooot*

Komentar

Postingan Populer