Gadis Itu

Gadis itu berambut coklat dengan bulu mata lebat dan mata abu-abu yang selalu bersinar. Dia suka sekali warna biru, kentara sekali karena dia selalu memakai sneakers biru dan jaket yang berwarna senada ketika berlari. Ah, ya, dia suka sekali berlari. Aku bisa melihat senyumnya mengembang setiap kali ia menjejakkan langkahnya mengelilingi taman ini. Kadang aku melihatnya memejamkan mata di sela-sela langkahnya. Aku bertanya-tanya mengapa ia tak pernah jatuh ketika melakukannya. Setiap sore, ia akan datang ke taman ini dengan dandanan yang nyaris sama: jaket biru, sneakers biru, celana training yang kadang-kadang nggak matching, rambut coklat yang diikat sekenanya, dan jam tangan mungil berwarna biru. Persis pukul 16.30, aku akan melihatnya berlari mengelilingi gugusan bunga tulip, mawar, dan matahari di taman ini. Ia baru akan berhenti pada putaran ketiga atau lima, lalu setelah itu ia akan duduk di sebuah bangu di depan gugusan bunga matahari, meneguk bekal minum yang ia bawa di botol berwarna biru. Ia baru beranjak pulang setelah matahari hampir tenggelam. Tak pernah sekalipun ia menunggu matahari benar-benar kembali ke peraduannya. Mungkin ia berpikir bahwa tak seharusnya matahari tenggelam di hari yang sempurna. Aku juga berpikir begitu. Karena begitu matahari tenggelam, hariku yang sempurna hanya dengan melihatnya berlari mengelilingi taman juga akan berakhir.

Komentar

Postingan Populer