Menulis Tentangmu
Kau suruh aku menulis tentangmu tempo hari. Sekarang, aku sedang menulis tentangmu tapi aku tahu kau tak akan membaca ini. Tak pernah satupun tulisanku tentangmu kau baca. Kau selalu menyemangatiku menulis, dulu, tapi tak pernah satu pun tulisanku kau baca. Kau selalu percaya bahwa mimpi-mimpiku akan terwujud, buku-buku dengan namaku di sampulnya akan ada di berbagai toko buku, tapi tak pernah sekalipun kau menjadi pembaca pertama tulisan-tulisanku. Kurasa kau memang tak hobi membaca. Ketika kusodorkan sebuah novel yang paling aku sukai untuk kau bacapun, kau mengembalikannya tanpa tahu apa-apa tentang cerita di dalamnya. Tentang Ian, Zafran, Genta, Riani, dan Arial serta mimpi-mimpi mereka. Kau tak tahu. Kau tak pernah tahu.
Kau memang tak hobi membaca banyak kata. Karena yang kau sukai dari dulu memang hanya barisan angka-angka, grafik, logika. Kau tak suka berlari, aku melakukannya sering-sering ketika mau mendaki gunung. Kau tak suka dolan, aku selalu bilang 'iya' kalo diajak teman-temanku. Kau selalu tampak berwibawa sedangkan aku selalu tampil seikhlasnya. Kau dikelilingi oleh suasana kondusif yang selalu membuatmu belajar, dan aku, meskipun juga begitu, tak pernah belajar dengan benar.
Kau memintaku menulis tentangmu. Dan yang bisa kutulis hanya seperti ini. Ada begitu banyak hal yang nggak bisa aku ungkapkan dengan tepat. Kalau aku berusaha lebih keras lagi, kata-kataku selanjutnya pasti nggak akan seromantis yang di atas itu. Jadi, aku akan membiarkan tulisanku selesai disini. Tulisan yang aku yakin nggak akan kau baca. Karena kau nggak pernah membuka blogku kalau aku tak memintanya. Karena cintamu itu sudah terpatri pada sembilan bahan pokok, eh, sembilan angka yang dimulai dari nol sedangkan aku cinta pada dua puluh enam huruf abjad.
Meskipun begitu, aku tahu kau tak akan menyangkal bahwa angka dan huruf adalah dua hal yang berbeda namun mereka tak akan berarti kalau berdiri sendiri-sendiri. Saling melengkapi. Seperti aku dan kau, suka dancow. Aduh, ngaco lagi.
Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali soal mie ayam.
Love,
Na'im.


hmmm. . :D
BalasHapuslike (y)
kok "Mie Ayam" ? :o
Mie ayam= Simple but meaningful
BalasHapusartinya, hanya orang2 galau yang mengerti.huaahahahaha