Surprising Day - Hanya Saya dan Tuhan yang Tahu

Hari itu hari yang biasa bagi mahasiswa baru seperti saya. Nggak ada gajah yang tiba-tiba nongol di pintu kamar kos saya, pun nggak ada seorang Mufid yang tiba-tiba ngasih sekuntum mawar merah buat saya. Hari itu memang hari yang biasa bagi mahasiswa baru seperti saya. Pagi itu, saya bangun pukul 06.00, lalu saya menyiapkan diri saya untuk mengikuti salah satu event kampus: Grand Opening Asistensi Agama Islam UNS 2012. Pukul 06.30 lebih saya, teman sekamar saya, Rizki, dan dua orang teman kami berangkat menuju Gedung F FKIP UNS. Tentu saja disana sudah hadir banyak mahasiswa dari FP, FSSR, dan FH. Sebelum memasuki ruang GO, kami harus mengantri untuk absen sekaligus mengambil snack. Kami harus rela berdesak-desakan nggak beradab disertai kepanasan yang nggak manusiawi di koridor samping aula FKIP karena tempat kami harus mengisi absen letaknya sangat tidak strategis! Bahkan untuk masing-masing fakultaspun jarak meja absennya cukup mesra sehingga lengkap sudah tragedi ini. Setelah melalui ujian yang cukup berat, kami pun melanjutkan perjalanan menuju aula FKIP.

Aku dan beberapa teman sejurusan kebagian tempat duduk di lantai dua. Setelah bisa duduk dengan nyaman, kantukpun melanda karena acaranya nggak segera dimulai. Beberapa menit kemudian, binder yang saya bawa pun sudah penuh dengan coretan tangan saya yang superindah. Berikut adalah tulisan saya selengkapnya sampai acara hampir berakhir:

Jurnal Pelajar Kebacut
 Jurnal Pelajar Kebacut adalah blog yang aku miliki sejak kelas dua SMA. Kenapa 'Pelajar Kebbacut'? Hal ini dikarenakan ...

MALES BANGEEEET!! Huhuu ini acara apaan? Sebenernya bagus sih, AAI ini. tapi entah kenapaaa T.T
By the way, tadi malem aku berhasil menyelesaikan outline novel yang sebulan ini aku galaukan. Setelah kemaren minta saran judul atas calon "anakku" yang pertama itu, tiba-tiba saja aku keinget nama blogku waktu kelas 2 SMA dulu: Jurnal Pelajar Kebacut. Kenapa kebacut? Hahahaaha karena aku memang seorang pelajar kebacut dua tahun yang lalu! Teman-temanku bahkan meyakini bahwa aku kuliah di SOlo sebenernya adalah modus untuk berobat -di solo ada RSJ paling terkenal se-Indonesia. Tentu saja mereka beranggapan aku berobat karena waktu SMA dulu aku "gila". Bukan gila beneran lho.hohoho-. Meskipun sebenernya memang iya,
DAN GUE TADI NGAPAIN DENGAN PEDENYA KE DEPAN SONO?! Detailnya nanti saja. Hanya Tuhan dan saya yang tahu apa yang sebenarnya.
Lanjut. Meskipun sebenernya memang iya, saya ngak mau ngomong ke orang-orang. Hahahah! Sebenernya bukan ini yang mau saya tulis. Hanya saja, saya masih trauma dengan kejadian barusan -DAN GUE TADI NGAPAIN DENGAN PEDENYA KE DEPAN SONO-.
 *Tengs, gantungan pakaian. Tengs. I wish telinga saya bekerja dengan benar.


Begitulah catatan saya sepanjang acara GO AAI berlangsung. Singkat, padat, dan sama sekali nggak jelas. Tentu anda mempertanyakan kenapa setelah ada judul yang kayaknya adalah bagian dari suatu cerita itu muncul kata "males banget". Akan saya jelaskan dengan gamblang bahwa saat ini saya sedang menulis sebuah novel dan Jurnal Pelajar Kebacut dia atas adalah judul bab duanya. Kemudian, kata "males banget" yang saya tulis selanjutnya itu mendeskripsikan rasa kemalasan saya karena saya nggak terlalu bisa nulis dengan susunan kata yang baik dalam keadaan yang tidak kondusif seperti yang terjadi saat GO AAI kemarin lusa.

Pertanyaan yang kedua saudara mungkin adalah kata-kata yang tertulis dengan huruf kapital semua plus dicetak tebal ituDAN GUE TADI NGAPAIN DENGAN PEDENYA KE DEPAN SONO. Begini. Pada acara GO AAI kemaren lusa, ada satu sesi dari Pak entah siapa saya lupa namanya. Pokoknya dia itu seorang hypnotherapist dan penulis buku. Jadi, dia memberikan satu kuis untuk kami semua.

"Siapkan satu kertas kosong dan bolpoin. Saya akan memberikan satu pertanyaan dan kalian hanya mempunyai waktu dua menit untuk menjawab pertanyaan saya," Pak Entahsiapasayalupanamanya itu berbicara lantang melalui mic.

Saya dan teman-teman pun menyiapkan selembar kertas dan bolpoin, serta mendengarkan pertanyaan Pak Entahsiapasayalupanamanya dengan penuh perhatian,"Sebutkan kegunaan dari gantungan pakaian sebanyak-banyaknya!"
Saya pun segera menulis papun yang terlintas di otak saya, se-absurd apapun jawaban saya. Setelah dua menit berlalu, Pak Entahsiapayangsayalupanamanya itu menyuruh kami semua berhenti.

"Yang jawabannya di atas lima belas, silahkan maju ke depan!" Saya pun menghitung deratan  kata di binder saya dan secara spontan saya sudah melompat turun dari kursi dan berjalan menuju panggung di lantai satu tempat Pak Entahsiapayangsayalupanamanya itu barusan menginstruksikan panggilannya. Saya berada di panggung bersama beberapa teman saya yang lain.

"Jadi, dimulai dari ujung, sebutkan kegunaan dari gantungan pakaian!" kata Pak Entahsiapayangsayalupanamanya dengan mengacungkan mic pada cewek paling ujung di sebelah kiri saya. Barulah saat itu saya sadar dan hati saya bertanya-tanya dengan merananya. Gantungan pakaian? Gantungan pakaian? GANTUNGAN PAKAIAN? OMG jadi bukannya fungsi pakaian doang ya?

"Giliran anda, Mbak?"

"Ehm. Fungsi gantungan pakaian adalah untuk menggantung pakaian, sebagai pelampiasan kemarahan, kalo gantungan pakaiannya terbuat dari kawat bisa buat memeriksa tegangan listrik, dirangkai jadi tangga ... Mmm ... Apa lagi ya?"

"Sudah?" saya mengangguk mendengar pertanyaan ini.

Selanjutnya, teman-teman sepanggung saya yang lain menjabarkan jawaban yang sebelumnya tak terpikirkan oleh saya. Akhirnya, saya pun nggak mendapatkan buku sebagai hadiah, lalu kembali ke lantai dua tempat saya tadi duduk bersama teman-teman sejurusan.

Tentunya penjabaran ini menjawab pertanyaan anda kenapa saya berharap telinga saya bekerja dengan benar. Meskipun begitu, saya cukup bersyukur telinga saya nggak bekerja dengan benar hari itu. Kalau nggak, tentunya saya nggak akan berani maju ke panggung di lantai satu sono. Terimakasih telinga, terimakasih gantungan pakaian, dan terimakasih Pak Entahsiapayangsayalupanamanya. Terimakasih.

Hari itu memang hari yang biasa bagi mahasiswa baru seperti saya. Tapi kejadiannya itu lhooo, sesuatu banget! Hanya Tuhan dan saya yang mengetahui dengan seksama apa yang saya rasakan hari itu.


PS.
Setelah mengorek telinga saya hari ini, saya menemukan semacam bangkai semut di dalamnya -_-

Komentar

Postingan Populer