Balik ke Solo
Haai semuanyaa! Pada sehat-sehat nggak kurang suatu apa kan? Nggak ada yang dikurbanin kan? Semoga nggak ya, aamiin. Okeeh jadiiih hari Kamis lalu aku bolos kuliah (ciyeeee), terus pulang ke kampung halaman deeeh! (ciyeee) Senang deh senang deh senang deeehh! (alay deeeh; biarin deeeeh; gila deeeehh; gua matiin elu deeehhh). Kabar buruknya, hari Minggu kemarin aku udah harus balik ke Solo. Huuhuuhuu harus meninggalkan rumah yang baru saja kutinggali selama empat hari tuh rasanya kayak putus cinta. Sakiiiitt! Tuhan tolooooooooong! (Bila ingin menutup halaman, langsung arahkan kursor ke pojok kanan atas, ya. Jangan ragu-ragu :P). Kabar buruk yang kedua, selama perjalanan dari Madiun ke Solo, aku dan temen
seperjalananku berdiri. Bener sekali saudara, aku berdiri tiga jam penuh dari madiun sampe Solo. Kalo ada si *tit* sih, mungkin perjalananku nggak akan segitu mengenaskan. Tapi, berhubung yang aku lihat di depan wajahku adalah partner sekamarku, yah, istighfar yang banyak aja deh (Maap ya, Ndul! Aku khilaaf!).
Terus mau cerita apa ya? Oh iya, sekarang aku udah balik ke Solo yaaa ... Haaaa *menghela nafas panjang. Entahlah, rasanya masih pengen di rumaah ... Kemarin ayahku bilang Nenek kangen aku dan aku cuma mampir buat pamitan. Sekarang, aku baru sadar kalau nenekku itu sudah benar-benar tua. Beliau bilang supaya selalu mendoakannya biar panjang umur dan nggak sakit-sakitan. Di perjalanan dari Madiun ke Solo (Jangan lupa bagian berdirinya, ya), entah kenapa aku benar-benar kangen sama nenekku itu. Aku pengen memeluknya lebih lama, mencium tangannya yang udah keriput dengan lebih khidmat, pokoknya melakukan hal-hal romantis bersamanya deh ... Tentu saja momennya adalah nenek dan cucu ya, bukan yang lain. Jangan mikir macem-macem. Di usia seperti itu, mungkin yang diharapkan nenekku cuma berkumpul dengan keluarganya, menggendong cucu-cucunya, pokoknya yang gitu-gitu deh ... Aku nggak bisa membayangkan kalau aku harus kehilangannya sebelum aku menghabiskan sedikit lebih banyak waktu bersamanya. Mungkin nggak akan sesakit waktu kehilangan orang tua sih, tapi ... Well, dia juga keluargaku. Dan kalau kamu kehilangan salah satu anggota keluargamu, pasti kamu juga merasa kehilangan, kan? Lagipula, bersama dengan waktu, aku juga akan menjadi seorang nenek. Dan apakah yang diharapkan seorang nenek kecuali menghabiskan hari tuanya dengan dikelilingi orang-orang tersayang? Kita harus lebih banyak menghabiskan waktu bersama mereka, keluarga kita. Soalnya, manusia itu nggak bakal sadar kalo sesuatu itu berharga sebelum mereka kehilangannya. Nanti, kalau aku pulang ke rumah lagi, aku akan menghabiskan satu malam penuh di rumah nenekku. Beliau pasti senang sekali!
Begitulaaah .... Rasanya, boleh juga perjalanan balik ke Solo-ku kali ini disebut sebagai: Aku, Nenek, Bus MIRA, dan Solo.

Komentar
Posting Komentar