Hari Entahlah

Haaaaahhh! Bentar-bentar, aku menghela nafas lagi ya. Haaaaaaaaaaahhhh!! Hah! Ya ampun, sudah tiga hari ini aku merasa nggak banget. Maksudku, entah kenapa rasanya tuh bosaaaan banget. Nggak semangaaat banget. Ini otak berasa kayak penuh banget, nggak bisa konsen, nggak bisa diajak nulis keren, nggak bisa diajak ngerjain tugas -ini sih dari dulu-, nggak bisa diajak makan mi ayam bareng, pokoknya nggak asik banget deh. Saking bosan dan nggak moodnya nih, aku tadi waktu mata kuliah Kewarganegaraan lebih nggak merhatiin daripada biasanya. Yang kulakukan selama mata kuliah Kewarganegaraan berlangsung adalah curhat ria dengan Linda, temen semimpi jadi penulis. Oh iya, ini adalah isi curhatanku ke dia beserta balasan darinya:

A = Aku
L = Linda

Inspirasi
Hah. Sedih.
Kau pergi
Begitu saja (A)

Kenapa?
Kau pergi tanpa kupintakah?
Atau kau pergi karena kubuang?
Dibuang tepatnya (L)

Atau, kau sedang tak betah bersamaku?
Jawab aku!
Kau dimana?
Aku hampi mati dan kau tak juga peduli (A)

Aku inspirasi
Menghilang dan kini kau cari
Haha setelah kau telantarkan
Iya kan?
Jangan naif wahai engkau (L)

Ah, begitukah?
Aku menelantarkanmu?
Tak pernah ada maksud begitu, sungguh
Wahai inspirasi
Baliklah padaku!
Tanpamu aku gaalaauu! (A)

Aku tak pernah pergi jika kau tau
Aku bersembunyi
Dibalik tudung resahmu
Cari aku hingga kau tau
Bahwa aku ada selalu
Hanya kau yang tak tau (L)

Dimana aku harus mencari?
Aku bertanya berkali-kali sedari tadi
Tak juga aku temukan kau, inspirasi
Apa sebenarnya kau yang tak ingin kutemui? (A)

...

Ya sudahlah
Tekadku tak sama dengan tekadku wahai engkau
Sebahagiamu ngahahahhaha (L)

Inspirasi (atau Linda)
Kau itu sungguh
Demi apa kau menulis seperti itu padaku?! (A)

Begitulah kira-kira curhatanku padanya hari ini. Jangan membayangkan kami berdiri di depan kelas dan berbalas puisi ria tanpa dosa, ya. Nggak kok, nggak. Kami nggak sekonyol itu, walaupun mungkin, sih. Well, ini adalah kisah nyata. Bahwa kami berbalas puisi di dua lembar kertas binder B5 alih-alih bermain bingo seperti biasanya. Kalau kamu nggak percaya, silahkan datang ke kosku di Jalan K.H. Maskur no 5 Surakarta untuk melihat apakah kertas dengan coretan puisi nggak jelas itu ada.

Setelah mata kuliah usai pada pukul 12.00, aku ke mushola lalu sholat Dzuhur. Sebenarnya, pukul 13.00-nya aku dan semua maru 2012 FISIP UNS diwajibin ikut AMT (Achievement and Motivation Training). Tapi, berhubung kabar yang beredar kami nanti cuma bakal pensi dan nonton wayang, aku dan Saum -temenku sekelas- memutuskan untuk segera absen, ambil snack, masuk aula lewat pintu depan, lalu berjalan keluar lewat pintu belakang, turun tangga menuju parkiran, dan mengikuti peta yang aku minta gambarin temenku sebelum Kewarganegaraan tadi menuju toko buku Toga Mas. Setengah jam kemudian, voila! Kami sudah berada di toko buku yang gede itu. Setelah nyari-nyari buku, akhirnya aku nggak nemu dan cuma beli kertas binder sama bolpoin seharga Rp1.900,00 kalo nggak salah. Setelah dari Toga Mas, aku dan Saum melanjutkan perjalanan menuju toko buku berikutnya: Gramedia. Dan disanalah akhirnya aku menemukan buku idamanku dari semalem:

Kitabku yang kedua - Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu oleh Winna Efendi

Setelah membayar ongkos cetak buku tersebut di kasir, aku merasa sedikit lega. Lega karena aku punya sesuatu untuk kubaca biar aku punya kerjaan dan nggak galau-galau amat gini, juga karena bukunya berjudul keren banget gitu. Yak, karena aku belum membaca buku ini sampai habis, aku belum bisa memberikan komentar alayku untuk referensi. Tapi, kamu tentu sudah bisa menebak kalau buku-buku nya Winna Efendi pasti oke punya kan? Masih penasaran gimana kerennya buku terbaru Mbak Winna ini? Testimoni tentang "Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu" bisa kamu baca disini.

Well, Mbak Winna, aku akan menulis terus dan terus dan terus dan terus. Kalau harimau mati meninggalkan kulit dan gajah mati meninggalkan gading, aku akan mati meninggalkan karya-karya besarku dalam bentuk buku. I'm gonna be a writer as great as you, Mbak. Aku janji. Makasih ya, telah menulis buku ini (Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu) untuk kami yang ngebet pengen jadi penulis :)

Meskipun masih galau, aku sudah jauh lebih baik sekarang. Apalagi setelah mencurahkan semuanya disini ke kamu. Hehehe. Makasih lhoo udah mau meluangkan mata dan hati serta layar leptop atau PC atau HP beserta pulsanya untuk membaca tulisanku ini. Semoga kamu baik-baik selalu dan punya kesempatan mencaci maki orang yang mau-maunya galau kayak aku daripada ngerasain sendiri galaunya ya :P

Selamat malam kawan! Have a really great night to you! :D

Komentar

Postingan Populer