MCP (Mahasiswa Cinta Perpustakaan)
Haloooo cemun-cemuuuun! How are you? I hope you are all in a gut mut today so you mau baca curhatan bego gue lagiih haaahahaha. Jangan marah lho yaaa soal insiden "Daftar Makian dalam Berbagai Bahasa" tempo duluuu. Maap deh, maap :PP
Okeh. Jadi, sekarang saya lagi di perpus fakultasku tercinta, FISIP. Fakultasku tercinta ini tentu saja ada di kampusku tercinta, UNS. Dan tentu saja kita ketahui bersama, UNS berada di dalam negaraku -atau negara kita- tercinta, Indonesia. Yak, cukup. Saya nggak akan ngelanjutin sampai Galaksi Bimasakti, kok. Back to topik, akhir-akhir ini saya rajiin banget ke perpustakaan. Kayak minum obat
deh, tiga kali sehari. Latar belakang saya rajin banget ke perpus ini tentu saja karena banyak tugas, hotspot gratis, dan bisa ngadem dengan nyaman. Sayang sekali nggak ada snack gratis. Hehehe. Sampai-sampai *tit* menyebut saya sebagai MCP alias Mahasiswa Cinta Perpustakaan. Padahal saya kan mahasiswa yang setengah mati cinta sama dia -*tit*-. Oke, abaikan. Sekarang ini seharusnya saya ngerjain tugas Pengantar Ilmu Politik yang tiba-tiba diberikan oleh Bapak Dosen di sela-sela tugas Pengantar Ilmu Komunikasi yang harus saya dan teman-teman kumpulkan besok. FYI, tugas Pengantar Ilmu Politik itu juga besok lhoo deadline-nya. Indah sekali bukan? Haahahah kata kakak tingkat saya, kita baru akan benar-benar kuliah pas semester lima nanti -Sumpe looo? Tugas segini banyak belum kuliah juga namanya?!-. Oh God why?!
Yak, bek tu topik lagi, menjadi MCP alias Mahasiswa Cinta Perpustakaan itu menyenangkan sekali lhoo saudara-saudaraa.. Because of what? Hal ini dikarenakan dengan menghabiskan waktu di perpustakaan, terutama untuk membaca buku atau mengerjakan tugas yang pasti dalam prosesnya butuh membaca buku, kita akan meningkatkan traffic minat baca warga Indonesia yang masih dalam kategori rendah. (yak, masyarakat Indonesia memang nggak hobi baca buku kecuali katalog barang-barang terbaru hahaha). Meskipun hanya 0,0000 bla bla bla dibanding dengan seluruh penduduk Indonesia, yang penting kan kita membawa perubahan. Daripada nggak sama sekali, hayooo? Btw, membaca nggak cuma bisa dilakuin di perpus kok. Iya, saya ngerti semua udah pada tau kalo kita bisa baca dimana aja, jadi nggak akan saya lanjutin lagi. Haahahaha. Jadi, yang pengen saya ungkapkan kali ini adalah meskipun kecil, perubahan menuju lebih baik itu pasti membawa dampak yang lebih baik juga. Seperti uang semilyar yang nggak bakal jadi semilyar kalo kurang Rp500,00. Nggak ada usaha yang sia-sia, sekecil apapun itu.
Salam MCP \m/
Okeh. Jadi, sekarang saya lagi di perpus fakultasku tercinta, FISIP. Fakultasku tercinta ini tentu saja ada di kampusku tercinta, UNS. Dan tentu saja kita ketahui bersama, UNS berada di dalam negaraku -atau negara kita- tercinta, Indonesia. Yak, cukup. Saya nggak akan ngelanjutin sampai Galaksi Bimasakti, kok. Back to topik, akhir-akhir ini saya rajiin banget ke perpustakaan. Kayak minum obat
deh, tiga kali sehari. Latar belakang saya rajin banget ke perpus ini tentu saja karena banyak tugas, hotspot gratis, dan bisa ngadem dengan nyaman. Sayang sekali nggak ada snack gratis. Hehehe. Sampai-sampai *tit* menyebut saya sebagai MCP alias Mahasiswa Cinta Perpustakaan. Padahal saya kan mahasiswa yang setengah mati cinta sama dia -*tit*-. Oke, abaikan. Sekarang ini seharusnya saya ngerjain tugas Pengantar Ilmu Politik yang tiba-tiba diberikan oleh Bapak Dosen di sela-sela tugas Pengantar Ilmu Komunikasi yang harus saya dan teman-teman kumpulkan besok. FYI, tugas Pengantar Ilmu Politik itu juga besok lhoo deadline-nya. Indah sekali bukan? Haahahah kata kakak tingkat saya, kita baru akan benar-benar kuliah pas semester lima nanti -Sumpe looo? Tugas segini banyak belum kuliah juga namanya?!-. Oh God why?!
Yak, bek tu topik lagi, menjadi MCP alias Mahasiswa Cinta Perpustakaan itu menyenangkan sekali lhoo saudara-saudaraa.. Because of what? Hal ini dikarenakan dengan menghabiskan waktu di perpustakaan, terutama untuk membaca buku atau mengerjakan tugas yang pasti dalam prosesnya butuh membaca buku, kita akan meningkatkan traffic minat baca warga Indonesia yang masih dalam kategori rendah. (yak, masyarakat Indonesia memang nggak hobi baca buku kecuali katalog barang-barang terbaru hahaha). Meskipun hanya 0,0000 bla bla bla dibanding dengan seluruh penduduk Indonesia, yang penting kan kita membawa perubahan. Daripada nggak sama sekali, hayooo? Btw, membaca nggak cuma bisa dilakuin di perpus kok. Iya, saya ngerti semua udah pada tau kalo kita bisa baca dimana aja, jadi nggak akan saya lanjutin lagi. Haahahaha. Jadi, yang pengen saya ungkapkan kali ini adalah meskipun kecil, perubahan menuju lebih baik itu pasti membawa dampak yang lebih baik juga. Seperti uang semilyar yang nggak bakal jadi semilyar kalo kurang Rp500,00. Nggak ada usaha yang sia-sia, sekecil apapun itu.
Salam MCP \m/

Komentar
Posting Komentar