Cilok
Woy men! Apa kabar nih? Semoga dirimu baik-baik selalu seperti halnya diriku yaa ... Hehehe. Okedeeeh karena kalian pasti merindukanku dan mau membaca ceritaku selanjutnyaaahh -yang merasa nggak merindukanku, yaudah terserah deh mau ngapain. Mau nyuruh banting leptop lagi udah nggak lucu sih-, jeng jeng jeeeeng! Here I am, kali ini datang dengan cerita tentang Cilok! Yak, anda nggak salah baca suadara, postinganku kali ini memang akan khusus membahas tentang cilok. Yak, cilok. Bukan aci dicolok, tapi cita rasa lokal. Kok bisa? Penasaran? Penasaran? Yuk kita telusuri bareng-bareng ... jeng jeng jeeeng!
Jadi, weekend ini aku menghabiskan waktu di vila Puri Handayani, Tawangmangu. Ngapain aku disana? Kencan doong pastinyaahh hahahahhah. Maksudku, kencan dengan banyak temanku dalam event Diklat Outdoor LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Kentingan UNS 2012. Waaaa acaranya nyenengin banget! Nggak salah deh aku menanti-nantikannya akhir-akhir ini!
Kami berangkat dari UNS kurang lebih pukul 16.00. Sejam lebih kemudian, kami sampai di Tawangmangu, tepatnya di vila seperti yang aku tulis di atas itu. Setelah istirahat, mandi, dan makan, agenda pertama kami adalah simulasi wawancara. Panitia membacakan sebuah kasus -seorang gadis bernama Gadis ditemukan telah membusuk di kamarnya setelah dua hari mati. Katanya dia dibunuh-, lalu kami harus melakukan wawancara pada narasumber yang terkait -tentu saja panitia yang menyamar-, setelah itu kami disuruh membuat straight news (berita langsung) dari data-data yang telah kami peroleh tadi. Tentu saja karena masih awam dalam masalah wawancara, wawancara yang kami lakukan ancur banget. Setelah wawancara dan membuat straight news, evaluasi pun dilakukan. Pokoknya, dalam wawancara tuh yang harus kami lakukan (sumber: Mas Layout dengan sedikit perubahan) :
- Kenalan sama narasumber. Sebutin nama dan instansi tempat asal. Jangan sekali-sekali sebut status -lajang atau enggak- kamu padanya. Kalo temen-temen wartawanmu buanyak sedangkan narasumber cuma satu, ya, fleksibel ajalah ya. Jangan maksa kenalan. Takutnya kamu ditimbukin orang sekampung.
- Jaga sikap pas wawancara. Pake tutur kata yang sopan.
- Tanyanya yang berkelanjutan ya. Jadi kalo kamu wawancaranya baik, nanti ketika kamu butuh wawancara ke narasumber yang sama dia bakal nerima kita dengan baik juga.
- Yang paling penting, kamu harus toleransi sama keadaan narasumber. Misalnya kalo narasumbernya lagi sedih banget ditinggal mati pacarnya, jangan maksa dia nyeritain kronologis matinya si pacar. Beneran, jangan maksa lho ya. Demi kesehatan.
- Yang nggak kalah penting, tanyai narasumber sesuai dengan kadar pengetahuannya. Jangan nanya soal hasil otopsi sama tukang bakso, kecuali dia emang tim forensik yang kerja sambilan jadi tukang bakso.
- Nah, ini juga penting banget: jangan sampe lupa nanya siapa nama narasumber kamu, umur, serta dari mana ia berasal.
- Oh ya. Kalo melakukan wawancara dan ada banyak sumber yang terkait sama hal yang akan kamu liput, pilih narasumber yang bener-bener penting aja. Jangan orang sekampung kamu wawancarai, ya.
- Validasi info. Jangan sampai info yang kamu dapatkan nggak bisa dipercaya.
- Kalo udah dapet semua yang kamu perluin, saatnya pamiiit! Jangan lupa ngucapin terimakasih lho ya. Kalo perlu, minta kontak narasumber yang bisa kamu hubungi. Kali aja jodoh. Hihihi.
Begitulaahh... Setelah evaluasi berakhir, kami pun tiduuurrr. Besoknya, kami bangun pukul nggak tau, pokoknya pagi banget deh. Aku mandi -airnya dingin sekaliii. Mantap bener deh buat terapi syok-, sarapan, lalu berkumpul di aula vila untuk mengikuti acara yang kedua: diskusi tentang kebijakan UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang mulai diberlakukan di UNS tahun ini. Sebelumnya, kami sudah dibagi ke dalam delapan kelompok. Nah, tiap kelompok memegang peran beda-beda, kayak rektorat, mahasiswa baru, DIKTI, dan lain sebagainya. Kelompokku sendiri dapat peran sebagai aktivis mahasiswa. Setiap kelompok harus mengutarakan pendapatnya sesuai dengan peran yang ia peroleh.
Setelah diskusi berakhir dua jam kemudian, kegiatan kami selanjutnya adalah simulasi buletin. Eng ing eeeng! Ini adalah bagian yang paling kusukai! Kelompokku -yang entah kenapa berisi orang-orang absurd sepertiku- mendapat tema kuliner. Atas saran Mas Rochmad, pembimbing kelompokku, kami pun meliput sate landak, makanan yang jarang ditemui di tempat lain selain Tawangmangu. Oh iya, buletin kami ini harus memuat rubrik wajib yang ditentukan panitia, yaitu:
- Fokus Utama
- Polling
- Profil
- Opini
- ILM (Iklan Layanan Masyarakat)
Kami harus menyelesaikan buletin ini paling lama selama delapan jam dimulai dari pukul 09.00. Yak, setelah bagi-bagi tugas, kami pun mulai bekerja. Ada yang pergi keluar meliput sate landak dan pemiliknya -plus makan sate landak tentunya-, ada juga yang tetep tinggal di vila untuk mengurusi yang lain-lain kayak layout buletin dan sebagainya. Aku termasuk yang nggak liputan ini. Dan tugas kami yang tinggal di vila tentunya adalah memikirkan nama buletin kami ini. Tentunya kamu sudah bisa menebak, dari sinilah nama Kelompok Cilok lahir. Cilok atau cita rasa lokal adalah nama yang kami setujui untuk buletin kami. Big thanks to penjual cilok di halaman vila atas inspirasinya sehingga membuat Dewi, temen sekelompokku, mencetuskan nama Cilok-cita rasa lokal ini. Walaupun isinya nggak nggenah dan cuma menambah sepet di mata kalo membacanya -habisnya buatnya manual semua, sih-, kami melewati proses pembuatannya dengan riang gembira. Sebenernya, dengan alay sih. Dari kelompok-kelompok yang lain, kelompokku adalah yang paling rame, paling keras ketawanya, dan paling malu-maluin. Aku bertanya-tanya apakah aura alayku sebegitu kuatnya sampai manusia-manusia tak berdosa ini juga harus ketularan alay. Tujuh jam kemudian, kami menyelesaikan buletin Cilok edisi IX yang kami buat. Lalu, sembari menunggu tenggat waktu, kami kembali ngobrol konyol, gombal-gombalan sama Inang, dan sebagainya. Pokoknya, habis maghrib kami evaluasi buletin sampe pukul 21.30. Fyi, buletin kelompokku, untungnya, mendapatkan lebih sedikit caci maki daripada buletin kelompok lain. Meskipun lebih dikitnya itu dikiiitt banget selisihnya. Haaahahahha.
Setelah evaluasi berakhir, acara kami selanjutnya adalah pensi. Kelompokku mendapat tema horor untuk pensi. Dan if you know, lagi-lagi kami jadi yang paling alay soal persiapannya. Hahahha. But it's okay. Soalnya pensinya sukses besaarr! Haahahha. Setelah pensi, kami pun tiduuurr. Oh iya, ada surprise buat ultahnya kakak panitia bernama Mbak Yeni. Manis sekali pokoknya. Bikin pengeenn haahahhaha. Oh iya, kalo kamu mau ngasih surprise juga pas ultahku boleh banget lhoo ... Ultahku itu tanggal *Pet. LCD laptop mati.
Lanjut. Minggu paginya, setelah senam pagi bersama instruktur SKJ (Senam Kesehatan Jasmani) diklat outdoor, kami outbond. Outbond-nya tuh jalan naik pokoknya dari vila, melalui pos-pos, dan di setiap pos kami bertanding dengan satu kelompok lain yang udah ditetapin jadi pasanan kelompok kami dari awal. Di outbond ini kelompokku semakin menggila. Yel-yel alay -aku yang buat, tentu saja. Haahahahha- membahana di setiap pos yang kami lalui, candaan nggak mutu, semuanya lengkap hari itu. Rasanya kami udah kayak saudara kandung yang bertemu kembali setelah terpisah selama bertahun-tahun. Halah.
Setelah outbond berakhir pada pukul 11.30, kami pun berjalan kembali menuju vila, mandi, packing, terus ngumpul deh di aula buat acara terakhir. Yaaaaahh ... Tiga hari kok cepet banget rasanyaaa ... Acara terakhir kami adalah award. Aku lupa namanya, pokoknya kami disuruh mengisi angket berisi peserta ter- dan panitia ter- kayak pas MOS SMA dulu. Setelah itu, sembari menunggu hasil angket tadi, panitia mengumumkan award kelompok. Dan sungguh nggak sengaja, Kelompok Cilok mendapat award sebagai kelompok terbaik, yel-yel terbaik, dan buletin terbaik. Haaahahhaha gaya beneerr! Ke-alay-an kami pun semakin menjadi di aula itu. Setelah pengumuman kelompok, tibalah pengumuman peserta ter- dan panitia ter-. Dan saudara, ehm. Jadi grogi nih, nulisnya *Plak! Tertampar sesuatu. Aku jadi peserta tergokil sekaligus Putri Marka (masa rekruitmen anggota) 2012. Haaaahahahahha! Pasti mereka yang memilihku sedang khilaf deh. Iya, pasti begitu.
Pokoknya, weekend ini menjadi salah satu weekend yang pantas untuk kukenang. Kalian, hei manusia-manusia alay nan absurd anggota kelompok satu alias cilok: Puput, Inang, Aidzin, Hanif, Mas Rafi, Dewi, Eka, Metika -peserta terkalem-, Any alias Bunga, dan Wiwin, you're the best guys! Aku seneng kita jadi sekelompok. Setidaknya, aku nggak alay sendirian. Heehehhe.
Jadi, begitulah Diklat Outdoor LPM Kentingan yang aku lalui selama tiga hari dua malam di Tawangmangu. Yang bisa aku katakan cuma satu: keren! Panitianya keren, pesertanya keren, pokoknya semuanya kereeeennn!! :D Terimakasih atas semuanya yaaa -peserta plus panitia pokoknya semuanya deh- :)
Love,
Na'im.
Pokoknya, weekend ini menjadi salah satu weekend yang pantas untuk kukenang. Kalian, hei manusia-manusia alay nan absurd anggota kelompok satu alias cilok: Puput, Inang, Aidzin, Hanif, Mas Rafi, Dewi, Eka, Metika -peserta terkalem-, Any alias Bunga, dan Wiwin, you're the best guys! Aku seneng kita jadi sekelompok. Setidaknya, aku nggak alay sendirian. Heehehhe.
![]() |
| Cilokers plus pendamping kelompok kami, Mas Rochmad (paling depan pake kaos item panjang) dan Mbak Ayuk (yang mengambill foto kami) |
Love,
Na'im.
![]() |
| Kelompok Satu :) |




Naiiim, koreksi nih.
BalasHapusnama villanya itu bukan Puri Handayani tapi Sari Handayani,
trus nama mbaknya yang ultah bukan Yeni, tapi Heni.
but, your article make me inspiring :D
Huaahahahhaha okedeh mbak, maap khilaf :P
BalasHapus