Hati
Aku baru saja menonton film berjudul My
Mom dan menangis bersama Rizki (teman sekamar kosku dan dia cewek)
setelahnya. Kemarin aku juga menonton film yang membuatku menangis dan
menghasilkan bengkak di kedua mataku. Judul film itu adalah Miracle of Giving Fool. Apa kamu pernah
menangis juga karena menonton sebuah film? Aku yakin kamu pernah. Ah, bukankah kita bisa
menangis karena banyak hal?
Kadang aku ngerasa konyol banget karena mudah sekali menangis kalo liat
film-film menyedihkan kayak gini. Tapi, sebenernya nggak konyol-konyol amat
kok. Bukankah kalo aku masih bisa menangis itu menandakan kalau aku masih punya
hati? Maksudku, well, dimana-mana kan orang nangis itu karena hatinya sakit, ikut merasakan kesedihan orang lain, ataupun karena terlalu bahagia. Sesuatu menyentuh hati mereka sehingga mereka masih bisa merasakan segala emosi itu.
Kita harus bersyukur karena masih bisa nangis gara-gara film, memberi uang receh pada pengemis karena merasa kasihan, bahkan saat kita nggak bisa nawar harga di pasar karena nggak tega sama penjualnya.
Kenapa kita harus bersyukur suntuk hal-hal kayak gitu? Karena itu menandakan kalau hati yang kita punyai nggak mati.
(Diposting setelah menjadi draft di blog lama sekali)
Kita harus bersyukur karena masih bisa nangis gara-gara film, memberi uang receh pada pengemis karena merasa kasihan, bahkan saat kita nggak bisa nawar harga di pasar karena nggak tega sama penjualnya.
Kenapa kita harus bersyukur suntuk hal-hal kayak gitu? Karena itu menandakan kalau hati yang kita punyai nggak mati.
(Diposting setelah menjadi draft di blog lama sekali)

Komentar
Posting Komentar