Diary Vie
Minggu,
1 Mei 2011 22:34:37
Dear Kitty,
Maaf sudah lama sekali aku
tidak menulis padamu. Kau tahu kan, aku sangat sibuk? Aku tahu kau tahu. Kau
sangat pengertian, Kitty sayang. Terimakasih. Malam ini aku tidak bisa tidur
dan terpikir untuk menulis padamu lagi. Ternyata ini adalah hal yang akan selalu
membuatku merasa lebih baik, bagaimanapun keadaanku. Seperti sekarang.
Vivica Soenaryo. Aku
benar-benar tidak suka padanya sejak kami dikenalkan. Entah deh kenapa. Lebih
buruk lagi,aku diberitahu bahwa kami harus bekerja sama untuk beberapa minggu ke
depan.
Aku capek dan mual. Kau
tau kenapa? Ini tentang model partnerku itu. Hari ini hari pertama kami bekerja
sama dan dia sudah menggoda fotografer kami. Dia mengatakan padanya bahwa pria
itu tampan sekali. Well, ini memang benar sih, tapi cara dia mengatakannya itu
lhoo ... Sumpah bikin aku pengen muntah,“Hai darling, kamu tampan sekali hari ini. Kemeja hitammu itu tampak
menawan.” Lalu dia tersenyum genit padanya. Benar lho, dia-tersenyum-genit. Dan
ini memang benar-benar genit. Oh ya, Kitty sayang ... apa aku sudah pernah
mengatakan kalau dia ini adalah model blasteran Batak-China-Amerika? Aku tidak
mengerti bagaimana dia bisa mendapatkan tiga jenis gen yang berbeda dalam
darahnya sekaligus. Mungkin ayahnya poligami atau apa. Ups. Aku mulai emosi
lagi. Maaf ya, Kitty sayang ... Sepertinya aku sedang dalam masa-masa ... Yah,
kau tahu sendirilah. Nah, sepertinya ini sudah sangat malam. Aku harus menarik
selimutku dan tidur. Besok pemotretan lagi. Dan aku akan absen dari kelasku sehari
lagi. Bisa aku pastikan Rengga akan ngambek padaku. Besok aku menjanjikannya es
krim coklat sebagai permohonan maafku tidak bisa keluar dengannya hari ini dan
aku akan mengingkarinya.
Senin, 2
Mei 2011 23:00:24
Dear kitty,
Entah kenapa aku sangat
membenci Vivica Soenaryo. Tapi dia tidak tahu, tentu saja. Tidak ada yang tahu
aku membencinya, kecuali kau Kitty sayang ... Hohoho. Apa yang dia lakukan hari
ini benar-benar membuatku ingin muntah di tempat. Dia mulai menciumi fotografer
kami yang ... Well, memang tampan sih. Aku tahu ini menjijikkan tapi memang
kenyataannya seperti itu. Aku memergoki mereka ketika keluar dari toilet. Oh
God! Aku nggak bakal mau melakukan hal kayak begitu dengan Rengga! Yah, kalaupun
iya nggak akan kayak Vivica dan fotografer itu. Tentu saja dengan resiko aku
bakal digebukin nyokap. Oh iya. Sepertinya Vivica tadi tahu kalau aku tahu apa yang
dia lakukan dengan fotografer yang ngomong-ngomong bernama James itu. Dan dia
hanya menatapku sinis. Memangnya aku peduli? Lagi pula, pemotretan untuk
pembuatan katalog Sophie Martin edisi terbaru dengannya ini juga nggak bakalan
lama.
Ya ampun! Ada yang
meneleponku malam-malam begini. Sepertinya itu Rengga yang akan menagih es krim
coklatnya padaku. Tapi, masa iya sih? Malam-malam begini?
Selasa,
3 Mei 2011 21:34:20
Dearest Kitty,
Kau tidak akan percaya!
Baiklah, tapi mungkin kau akan percaya kalau aku yang mengatakannya. Oke, oke.
Begini, Kittyku sayang. Aku sangat bahagia sampai-sampai mau meledak rasanya!
Tadi sore di Friday’s, tepatnya saat aku sedang mentraktir Rengga segelas besar
es krim coklat favoritnya, telepon genggamku berbunyi. Well, kau mau tahu siapa
yang meneleponku? Mrs. Nadine Wilcock. Yeah! Kau benar Kitty sayang ... Dan kau
tahu kenapa dia menyempatkan waktunya yang sangat sibuk untuk meneleponku? Dia
mau aku memperagakan rancangan busana terbarunya Sabtu besok di Gedung Gajah
Mada. Bisa kau bayangkan itu, Kitty?! Hah?! Nadine Wilcock, seorang designer ternama di negeri ini memintaku
untuk mengenakan busana-busana yang akan segera menjadi trend di kalangan anak
muda dalam beberapa minggu ke depan! Sumpah, gue-nggak-bisa nglukisin gimana
bahagianya gue sekarang!
Anyway, sepertinya aku
hampir melupakan sekolahku. Sudah berapa bulan sih aku nggak bisa seminggu
penuh masuk sekolah dengan normal? Dengar-dengar, Ulangan Kenaikan Kelas akan
diadakan kurang dari satu bulan lagi. Masih lama. Oh, aku harus tidur sekarang.
Senin, 9
Mei 2011 09:50:00
Hei, Kitty ...
Peragaan busana Nadine
Wilcock hari Sabtu kemarin berjalan sangat lancar. Aku mendapatkan standing
apllause yang panjang dari para undangan! Wow, itu salah satu tepuk tangan
terpanjang yang pernah kudapatkan selama perjalanan karierku. Hanya saja, aku
tidak habis pikir kenapa ada Vivica Soenaryo juga disana? Oh, tentu saja dia
ada disana. Dia kan juga model sepertiku. Dan seperti biasa, dia mulai sok
kenal dengan Nadine Wilcock. Astaga, aku benar-benar tidak peduli kalau
ternyata mereka berdua memang saling kenal.
Oh iya, Kitty. Apa kau
tahu? Hari ini aku masuk sekolah seperti kebanyakan siswa lainnya -tentu saja
dengan agak sedikit siswa yang memintaku foto bersama sebelum aku masuk ke
kelasku- dan tebak apa yang kutemukan di
kelas? Jangan berharap aku menemukan gajah yang sedang nebeng belajar di
kelasku ya. Well, yang kutemukan
adalah setumpuk mata pelajaran yang tidak aku mengerti. Lebih jelasnya, sama
sekali tidak aku mengerti. Oh ya ampun. Aku benar-benar kayak idiot yang salah masuk
sekolah. Well, aku adalah murid jurusan IPA dan sama sekali nggak ngerti soal hitung-hitungan
kayak begitu. Mau pindah ke IPS juga udah telat banget. Well, aku akan
menanyakan pada Lisa apakah dia mau mengajariku semua materi untuk UKK itu.
Sabtu,
14 Mei 2011 01:32:11
Dear Kitty,
Aku benar-benar menjadi murid yang baik sampai akhir pekan
ini. Sekarang, mataku jadi agak hitam karena kurang tidur. Kau kan tahu aku
harus belajar ekstra keras dengan keadaanku sekarang. Apa kau tahu kalau aku
sangat capek? Jangan kau pikir menjalani dua pekerjaan sekaligus –pelajar dan model,
maksudku- itu sangat menyenangkan, ya? Sejujurnya, itu kadang membuatku
benar-benar capek.
By the way, gosip yang
beredar di Teen tentang aku yang
sedang berseteru dengan Vivica Soenaryo karena aku cemburu sama hubungannya
dengan fotografer kami itu nggak bener. Yang bener adalah aku nggak suka
melihat dia yang mulai tanpa sungkan berciuman dengan James di depan umum. Dan
ketika aku memperingatkannya, dia salah paham dan marah-marah padaku. Dasar
orang blasteran. Apa dia tidak memakai otaknya untuk berpikir bahwa
perbuatannya itu akan menimbulkan skandal yang bisa saja merugikan kami semua? Ya
ampun, kenapa aku peduli banget sih sama dia? Emang aku emaknya apa? Suka-suka
dia deh mau ngapain.
Sabtu,
21 Mei 2011 19:43:09
Hei. Siapa namamu? Oh iya,
Kitty.
Maaf sayang, akhir-akhir
ini aku jarang lagi menulis padamu. Sedang ngebut belajar nih. Tapi kau tahu
sendiri, kan kalau otakku ini otak semut? Jadi sepertinya aku sudah membuat
tentorku mengelus dada selama dua minggu ini. Masih ingat Lisa, kan? Yap. Dia
yang mengelus dada karena ketololanku dalam segala hal tentang mata pelajaran ini.
Hohoho. Well, abaikan itu. Aku ingin memejamkan
mataku sejenak. Kerjasamaku dengan Vivica Soenaryo belum berakhir, ternyata.
Besok aku harus melakukan pemotretan lagi dengannya. Tentu masih James yang
menjadi fotografer kami. Siapa lagi?
Selasa,
23 Mei 2011 22:50:21
Aku tidak tahu apa yang
salah denganku hari ini. Seperti biasa, sepulang sekolah aku les dengan Lisa.
UKK tinggal seminggu lagi tapi aku mulai bosan belajar terus. Lagipula, aku
masih capek karena kemarin pulang larut malam dari pemotretan. Aku hanya merasa
tidak sebaik biasanya sehingga pemahamanku terhadap semua materi yang Lisa
ajarkan padaku benar-benar buruk. Jadi, kami memutuskan untuk
berbincang-bincang ramah sore tadi. Ini dia ringkasan ceritanya.
Lisa : “Kalau
kamu masih capek bilang aja, Vie. Hari ini kita nggak belajar juga nggak papa,
kok.”
Aku : “Hah? Oh,
oh maaf Lis. Aku hanya sedikit capek. Bisa kita lanjutkan materinya? Sampai
dimana kita tadi?”
Lisa : “Sudahlah. Aku tidak
mengerti kenapa kamu mau belajar keras seperti ini”
Aku : “Hah? Maksudmu?”
Lisa :
“Maksudku, kamu kan bisa mendapatkan semua yang kamu inginkan dengan mudah. Semua
orang memujamu, Vie. Bahkan guru-guru kita”
Aku : “Lalu?”
Lisa : “Tentu
saja mereka akan dengan senang hati memberikan nilai yang baik untuk rapormu.
Lagi pula, profesimu sekarang kan berdampak baik pada popularitas sekolah kita
juga. Kamu sudah punya semua yang diinginkan cewek di dunia ini. Cantik,
populer, kaya, dan jadi idola. Jadi, nggak masalah kalau kamu nggak belajar
seperti ini, kan? Maksudku, semua yang kamu inginkan sudah kamu raih. Kamu mau
apa lagi?”
Aku : “Maksudmu,
nggak masalah kalau aku jadi model tenar yang nggak berotak, begitu?!”
Lisa : “Bukan
begitu, Vie. Mereka kan tidak mungkin bakal mengujimu dengan rumus-rumus fisika
atau kimia dulu ketika memintamu menandatangani kontrak kerja?”
Aku : “Sumpah
deh, Lis. Kalau kamu memang udah nggak mau ngajarin aku lagi nggak papa kok.
Nggak usah nyampe hati gitu dong, ngomongnya”
Lisa : “Ya
ampun, kenapa semua artis itu gampang marah sih?”
Aku : “Ya ampun,
bisakah kamu membayangkan gimana rasanya jadi aku?!”
Lisa : “Yeah,
sangat mudah dan menyenangkan”
Aku : “Aku
pulang sekarang!”
Astaga.
Kok bisa-bisanya sih dia
mengatakan hal kayak begitu ke aku?! Kukira dia beda. Maksudku, kukira selama
ini dia melihatku sebagai aku. Bukan model terkenal yang sering nongol di
sampul majalah remaja. Mungkin sebagian besar cewek –termasuk dia tadi- akan
menganggap menjadi aku sangat mudah dan menyenangkan. Tapi, nggak tahukah
mereka kalau aku pun ingin menjadi cewek
yang biasa-biasa saja? Berangkat sekolah setiap hari, ketemu pacar, belajar
kelompok, ikut upacara bendera tiap hari Senin, dan semua hal yang dilakukan
oleh anak SMA normal pada umumnya.
Ngomong-ngomong, apa ada
yang tahu kalau aku ingin jadi seorang dokter? Apa ada yang tahu kalau jadi
seorang dokter itu artinya aku harus lulus dari SMA tempatku bersekolah dengan
nilai yang oke? Apa ada yang tahu kalau biaya kuliah di kedokteran itu nggak
cuma tiga ratus ribu rupiah per bulan? Apa ada yang tahu kalau aku berusaha
sekeras ini adalah untuk persiapan masa depanku nanti? Hah! Tentu saja tidak
ada yang tahu. Mereka pikir aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan.
Memangnya siapa sih mereka ini, kok sok tahu banget tentang hidupku?
Oh, God! I’m just an ordinary girl like them.
Hanya saja nasibku lebih tragis karena tidak bisa menjalani kehidupan SMA
seperti biasa. Apa itu salah?! Kalau boleh memilih dari awal, sepertinya aku
akan memilih menjadi cewek biasa saja.
Kamis,
26 Mei 2011 21:21:54
Dear
Kitty,
Akhirnya kerjasamaku
dengan Vivica Soenaryo berakhir hari ini. Jujur saja, aku merasa agak sedih
dengan ini. Oh, bukan Kitty sayang. Ini bukan karena kata-kata menyakitkan yang
diucapkan oleh Lisa tempo hari. Tapi ini soal Vivica Soenaryo yang tiba-tiba menjadi
baik sekali padaku hari ini. Atau mungkin dia sebenarnya baik ya?
Anyway, begini ceritanya.
Keadaanku hari ini tidak
begitu baik untuk pemotretan seperti biasanya. Aku masih sangat kepikiran sama kata-kata Lisa. Karena itu
hari ini pemotretanku benar-benar buruk pada awalnya. Vivica melihatku –well,
maksudku melihat aku yang nggak banget- lalu mendekatiku. Huh! Siapa sih yang
akan peduli padanya di saat seperti ini?
Vivica : “Lo itu
kenapa, sih?”
Aku : “Peduli
apa lo sama gue?”
Vivica : “Yee ...
ditanyain baik-baik kok sewot gitu jawabannya. Cerita aja, Vie. Gue nggak tega
liat lo diomelin terus sama James. Lo tau nggak sih, gara-gara lo kita harus
ngulangin pemotretan berkali-kali, tahu!”
Aku : “Iye,
tahu gue. Nggak usah nambah buruk suasana deh, lo”
Vivica : “Lo
kenapa, sih?!”
Aku : “Nggak.
Eh, lo nyaman nggak ngejalanin pekerjaan ini sampe sekarang?”
Vivica : “Model,
maksud lo? Kenapa harus nggak nyaman?”
Aku : “Apa lo ...
Apa lo nggak pengen jadi cewek yang biasa-biasa aja?”
Vivica : “Hah? Cewek
biasa? Aneh, lo. Lo tahu nggak? Cewek-cewek itu
bakal nglakuin apa aja supaya bisa jadi kayak kita, Vie. Nah lo malah pengen jadi kayak
mereka”
Aku : “Apa lo
nggak kangen sama kehidupan SMA yang normal? Maksud gue, lo bisa makan apa aja
sepuas yang lo mau. Lo bisa pergi ke Mall sepulang sekolah, keluar sama cowok
lo, yah pokoknya semua yang dilakukan murid SMA pada umumnya, deh”
Vivica : “Oh, darling. Jadi itu sebabnya? Gue tau
banget perasaan lo, Vie. Gue dulu juga pernah ngrasain hal yang sama kayak lo.
Nih, gue kasih tahu ya. Mungkin bakal sulit buat kita buat ngejalanin hari-hari
kayak anak SMA pada umumnya. Kita nggak boleh makan sembarangan, kita harus
jaga image di depan orang-orang, memenuhi jadwal pemotretan yang nggak ada
habisnya, harus selalu tampak fresh di depan kamera. Itu bukan sesuatu yang
mudah.
Orang
biasa mungkin nggak bakal mau jadi kayak kita kalau meraka tahu rasanya jadi
kita yang sebenernya. Kita bukan orang biasa, Vie. Kita ini istimewa.
Orang-orang tidak perlu tahu kemuakan kita sama semua ini. Kita harus kuat! Lagian,
disini kita bakal ngedapetin apa yang nggak mereka dapetin sebagai orang biasa.
Disini kita dapet pengalaman yang nggak bisa didapetin sama temen-temen kita di
bangku sekolah. Lo nggak perlu dengerin kata-kata mereka tentang lo, Vie.
Mereka cuma iri”
Aku : “Lo
bawel juga ya, ternyata? Hehehe”
Vivica : “Sialan,
lo! Dibantuin malah ngatain gue bawel”
Aku : “Hehehe.
Sori, sori. Thanks ya, lo ngebantu gue banget nih. Ternyata lo nggak seburuk
yang gue kira”
Vivica : “Heh?
Emang lo mikirin apa tentang gue?”
Aku : “Hahaha!
Geli gue kalo inget”
Vivica : “Heey,
Tunggu! Jangan lari lo ya! Sini gue bikin sate baru tahu rasa lo!”
Beneran
lho, Kitty sayaang ...
Dia mengejar aku sampai
aku capek lari lalu dia menoyor kepalaku keras sekali. Masih berasa nih sakitnya
sampai sekarang. Tapi kemudian kami tertawa bersama dan ngobrol sampai capek.
Ternyata dia ini asyik sekali lho orangnya. Hehehe. James sampai harus mengomeli
kami berdua karena tidak segera bersiap-siap untuk pemotretan terakhir.
Walaupun dengan ini kerjasama diantara kami sudah berakhir, kurasa kami akan
tetap berteman baik mulai sekarang. Ya ampun, aku pasti akan segera bertemu
dengannya lagi, kan? Kami ini kan sama-ssama model.
Ngomong-ngomong, kemarin
aku sama sekali tidak bicara pada Lisa. Dia berusaha minta maaf padaku tapi aku
terus mengabaikannya. Aku jahat banget, ya? Mungkin saja dia bicara begitu
padaku karena dia juga capek menghadapiku. Aku kan lemot banget. Kurasa besok
aku akan mengajaknya bicara lagi dan menganggap tak pernah ada masalah apa-apa
diantara kami. Bagaimana menurutmu, Kitty sayang?
Oh iya, aku akan mengajak
Rengga -yang ngomong-ngomong sudah aku abaikan lama sekali- makan es krim
coklat lagi. Aku kangen banget nih sama dia, tiba-tiba. Hehehe. Sepertinya
besok akan menjadi hari yang menyenangkan!
Ponorogo, 2011

Komentar
Posting Komentar