Mereka Keren-Keren

Selamat malam meeen! *srooot* Ape kabar lu? *srooot* Yah, semoga elu kagak pilek tiba-tiba kayak gue aje yeee ...  Jadi, sekarang iniiihh *sroot* guweeeehh *srooot* udaaah *plak!* balik ke kota budaya yang juga ada rumah sakit jiwanya: Solo.

Teruuus ...

*Banyak menit kemudian setelah menghapus beberapa kalimat yang hampir utuh*
Aduh aku bingung mau menulis apa lagi -_-  Well, dari kemarin kok, rasanya ini otak nggak mau kompromi sama keinginanku buat nulis sesuatu yang ... yah, apapun yang bisa dibilang tulisan yang keren, enak dibaca, atau apalah yang semarga dengan itu -_- Tentunya nggak tulisan yang kayak gini ya. Ngaaaaaaaahhh ini enggak banget deh! Udah pilek *srooot*, lagi nggak bisa nulis lagi. Uuuhuhuhu sedih deh sedih deh sedih deeehh ... *cukup -_-*

Karena lagi enggak bisa nulis, aku memutuskan untuk membaca saja. Kalo kata peribahasa, tak ada akar rotan pun jadi. Tak ada buku baru blogwalking pun jadi pilihan. Nah, kalo kata orang (entah siapa), kalo lagi bosen nulis, ya baca aja. Ntar juga nemu inspirasi buat nulis. And you know what? It works! Setelah membuka-buka banyak blog yang diikuti oleh teman-temanku, akhirnya ada juga kata-kata yang mampir di otak ini sebagai bahan tulisan: mereka keren-keren.

Hah? Maksudnya? Iya, mereka keren-keren. Maksudku, mereka yang punya blog-blog yang baru saja aku kunjungi. Nggak cuma template blognya aja yang cihuuuy bikin iriy, tapi postingannya juga bikin menganga bilang waaa -cukup 'wa' aja ya, nggak ada tambahan 'w'nya. Kan biar rimanya sehati (?)-. Meskipun cuma sekalimat, tapi kok udah bagus aja gitu lho. Misalnya: Whenever I fall, you always say 'nothing at all' . Lah ini berkalimat-kalimat tapi isinya entahlah. Ya ampun, wahai kalian pemilik blog-blog yang keren tampilan maupun isinya, jawab saya. Jawab saya! Gimana sih caranya bikin template kayak gitu? Gimana sih biar bikin tulisan tetep keren meskipun lagi nggak mood nulis kayak begini? Ngaaah bete deh bete deh bete deeehh *silahkan langsung saja tutup browser dengan menekan alt+F4*

Bentar ya, aku mau menghela nafas dalam-dalam untuk menenangkan hati dan membuang ingus atau umbel (yaks) yang mulai nggak terkendali.

*Beberapa saat kemudian*

Baiklah, kalau kamu tahan membaca sampai disini, terimakasih kuucapkan padamu kawan. Terimakasih. Pukpuk your self. Hueehehhe. Yah, meskipun blog mereka (kuakui) emang keren-keren, blogku juga nggak kalah keren kooook! *maksa dikit :P* Yah, meskipun ini template masih hasil dari browsing di gugel, tapi tulisan-tulisan di blog ini sebagian besar adalah hasil keringat dan jerih payah otak serta jari-jariku sendiri lho. Otak dan jari-jariku sendiri! *Im, plis im -_-* Meskipun aku nggak bisa-bisa amat menulis puitis nan romantis pakai kosakata yang kiranya hanya kamu tahu kalau kamu udah banyak baca buku, yah, setidaknya aku tahu satu hal yang bisa membuat tulisan-tulisanku laku: alaynya.

Iya, alaynya kawan, alaynya. Dari dulu, aku emang udah tahu kalau aku ini alay, nggak beda kayak tulisanku. Temen-temenku juga udah banyak yang bilang begitu. Tapi, aku baru benar-benar yakin setelah membaca komen seseorang yang menyatakan diri sebagai anonim di postinganku tentang kuliah beberapa hari yang lalu. Kurang lebih begini komentarnya: aku suka tulisan blogmu yang ini, bahasa lebaynya ...

Nah, sekarang aku memutuskan untuk menganggap bahwa alay ini adalah bakat alamiku. Dan bakat, apapun itu, kalau bisa dikembangkan dengan maksimal dan digunakan dengan baik, pasti bisa memberi manfaat juga. Meskipun begitu, yah, aku nggak akan memaksakan diri untuk jadi alay kalau emang lagi nggak alay. Ah, gitu deh. Susah nulisnya dengan kata-kata. Pokoknya, I'm just happy to be my self.  Mereka (yang punya blog-blog keren tadi) memang keren. Tapi, tentu saja bukan berarti yang nggak punya blog kayak mereka nggak keren. Bukankah semua orang itu keren dengan caranya masing-masing? :)

Nah, akhirnya, untuk closing statement: lu keren, gue keren, kita keren!

Komentar

Postingan Populer