Todays Happiness



Hai kamu yang baik hati suka menolong dan rajin menabung :) Apa kabar nih? Kamu ngapain aja seharian ini? Kalau aku sih, tumben-tumbennya hari ini rajin banget. Pagi-pagi udah mandi padahal  aku masuk siang hari ini (Kabarnya, jam pertama kosong. Jadi, alih-alih jam 9.30, aku masuk jam 11 siang). Nah, biasanya kalo kuliah masuk siang tuh aku nggak akan berangkat sebelum mepet waktu masuk. Tapi, seperti yang aku bilang tadi, tumben-tumbennya hari ini aku rajin banget padahal masih hari kedua kuliah di semester dua.

Pukul sepuluh lewat sepuluh aku sudah siap dengan kostum kuliahku yang biasa: sepatu kets biru (baru loooohh), celana jins coklat satu-satunya, kemeja biru tosca, jilbab coklat, dan ransel warna biru (baru juga looooh :3). Lalu, aku berjalan kaki menuju boulevard, menanti bus kampus warna kuning. Setelah menunggu kurang lebih 15 menit, bus kuning yang kunanti bersama tiga mahasiswa lain yang duduk di dekatku pun datang. Tepat pukul setengah sebelas, aku sudah sampai di jajaran gedung dengan cat serba orange, FISIP UNS.  Masih setengah jam sebelum jadwalku masuk kelas. Untuk mengisi waktu luang, aku duduk di depan ruang 2.1.5 sambil membuka netbookku, mengetik. Bosan ngetik, aku melirik jam tangan yang melilit pergelangan kiriku. Pukul 10.50. Sepuluh menit lagi kelas dimulai. Tapi, nggak satupun teman-temanku yang tampak batang hidungnya. Biasanya jam segini Hira udah datang sambil mengucap salam dengan suaranya yang lantang. Atau kalau nggak, Didi, Anggie, Rani, Anita, dan lain-lain juga udah datang sambil berisik. Lah, ini kok masih krik-krik aja. Jangan-jangan aku salah kelas? Ah enggak, kok. Bener ruang 2.1.5. Karena khawatir, aku pun segera mengirim pesan singkat pada tiga temanku sekaligus.

Dimana?
Sent to: Asti, Hira, Saum

And you know what? SMS-ku failed. Ah, aku lupa kalau udah di gedung dua ini sinyalnya antara ada dan tiada. Oh, nggak semuanya failed ding. ternyata satu SMS-ku berhasil terkirim karena aku mendapat balasan dari Hira. Balasan singkat yang membuatku mengerti kenapa jam segini kelas masih sepi-sepi aja:  

Di kos. Kan hari ini kuliahnya libur kabeh~
From: Hira

Oh, ternyata hari ini kosong semua ya kelasnya? Kenapa nggak ada yang ngasih kabar ya? Karena nggak tahu harus lega atau kesal karena nggak ada pemberitahuan sebelumnya, aku pun memberesi barang-barangku, lalu memasukkannya dalam ransel biru baruku. Waktu aku mau meninggalkan ruang 2.1.5, muncullah Khafid, teman sekelas yang ternyata bernasib sama sepertiku, di-PHP sama jadwal kuliah.

                “Lho, kok sepi?”
                “Iya, ternyata kosong semua hari ini. Nih, SMS-nya Hira.” Aku menunjukkan barisan pesan singkat dari cewek asal Depok itu.
                “Yaaaah ... Yaudah, pulang aja”

Tanpa berlama-lama lagi, aku pun pulang nebeng dia.

Habis itu, mati gayalah aku di kos. Sambil nunggu pukul 14.30, aku ngetik, ngepost cerpen lama ke blog, bercanda pinter bareng partner sekamarku, Rizki (dia cewek), dan lain-lain sebagainya. Pokoknya wasting time biar pukul 14.30 segera tiba deh.

Memangnya kenapa sih jam 14.30 kunanti-nantikan segala? Penasaran? Penasaran? Hahaay semua ini karena Kentingan! Iya, Kentingan. Itu lhooo UKM terkece di UNS iniii. Setelah dua bulan nggak menyambagi sekre di lantai dua paling pojok Gedung UKM UNS ini karena liburan, akhirnyaaa tadi pukul 14.30 aku bisa ketemu manusia-manusia langka yang perlu dilestarikan itu: Dewi, Metika, Febri, Sklera, Ulya, Saum, Musrifah, Ainun (bukan Ainunnya Habibie lho. Huahaha), Udji, Han, Haekal, Addin, Wiwin, Puput, Inang, Aisyah, Meinar, Henri, Hanif, Reza, Any, Mbak Ayu, Mbak Esti, Mbak Hesti, Mbak Monica, Mbak Aish, Mbak Mia, Mbak Anna, Mas Wisnu, Mas Haris, Mas Gembong, Mas Black, Mas Rochmad, Mas Rafi, Akbar, King, aduh siapa lagi ya tadi? Ah pokoknya semuanya deeh!  Tapi, ada yang enggak ada juga sih tadi. Kemana sih Mbak Unun, Mas Dimas, Mas Angga, dan semuanya yang nggak datang hari ini? Nggak kangen sama aku apa mereka (?).

Aku benar-benar senang bisa bertemu dengan mereka hari ini. Ketawa, ngobrol, berbagi banyak hal lagi bersama mereka setelah rapat pembentukan tim Buletin Civitas edisi 35 dan 36 membuat rinduku yang terpendam selama ini (?) terbayar lunas.

Akhirnya, aku punya tempat untuk pulang disini, di Surakarta ini :)

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer