Feels Like Home
Aku ingin menuliskan sesuatu disini, sekarang. Sesuatu yang berguna. Tapi, kurasa dari beberapa hari yang lalu yang kutulis disini hanya sampah. Iya, sampah. Saat mengetikkan kata-kata ini, aku benar-benar merasa nggak berguna. Iya, nggak berguna. Kamu tahu apa yang kulakukan beberapa hari terakhir ini? Selain berusaha untuk menyelesaikan novelku yang deadlinenya akhir Maret nanti, aku hanya membaca-baca blog orang lain, menghabiskan waktu di depan laptop, bemain dengan paint, dan hari ini aku menghabiskan waktuku dengan menonton satu film horor dan satu film india. Iya, film india. Bintang filmnya Shah Rukh Khan -bener nggak ejaannya?-. Meskipun aku mendapatkan beberapa hal dari film itu, nyatanya nggak begitu ngaruh juga buat perbaikan diriku yang yah, bagaimana ya mengatakannya? Terlalu banyak mengingkari janji pada diriku sendiri. Aku bahkan mengurungkan niatku untuk ikut SKBS lagi hari ini. Well, I don't know why but I miss those children.
Baiklah. Jadi, aku memikirkan beberapa hal sekarang. Salah satunya adalah mimpiku. Ya, mimpiku. Kamu pasti tahu bahwa salah satu mimpi terbesarku adalah menjadi seorang penulis. Ya, penulis. Sejak setengah tahun terakhir, rasanya keinginan itu benar-benar mendesakku untuk segera melakukan sesuatu terhadapnya. Salah satunya adalah blog ini. Ya, blog ini. Blog ini adalah blog keempat yang kupunya. Usianya sekarang sudah hampir delapan bulan. Empat bulan lagi sampai ulang tahunnya yang pertama. Dulu, sewaktu aku membuat blog ini, aku benar-benar berniat sepenuh hati untuk konsisten menulis. Ya, konsisten menulis. menulis apapun, bahkan tulisan nggak berguna. Apapun deh, yang penting blog ini hidup. Postingannya update, dan keurus dengan baik. Aku memutuskan bahwa blog inilah yang akan menjadi salah satu saksi jalan hidupku untuk meraih apa yang kuinginkan, nggak cuma soal menjadi seorang penulis.
Kamu tahu kenapa kunamai blogku dengan Feels Like Home? Karena aku benar-benar ingin ketika aku menulis, aku benar-benar merasa pulang. Ya, pulang. Kamu tahu artinya pulang bukan? Tempat dimana kamu kembali dari manapun kamu pergi. Tempat dimana kamu bisa sepenuhnya menjadi dirimu tanpa perlu berpura-pura menjadi orang lain. Ya, aku menamakan blogku Feels Like Home atau yang diterjemahkan secara bebas dalam Bahasa Indonesia menjadi Serasa Rumah Sendiri karena aku ingin ketika aku menulis disini, aku akan menulis sebagai diriku sendiri. Meskipun nggak dengan kosakata-kosakata yang hanya dimengerti oleh sedikit orang, nggak dengan kalimat-kalimat yang akan membuat orang lain terharu saking syahdunya, nggak juga dengan paragraf-paragraf yang akan menginspirasi seseorang untuk merubah dunia, bahkan nggak tulisan yang selayaknya ditulis oleh seorang mahasiswa jurusan ilmu komunikasi. Biarlah. Biarlah banyak tulisanku menjadi sampah yang mungkin akan membuatmu minta pada Tuhan untuk mengembalikan waktu yang kamu habiskan untuk membacanya -aku benar-benar minta maaf kalau kamu harus merasa seperti itu. Kuharap tidak, tentu saja-. Yang penting aku menulis sebagai diriku sendiri.
Yah, jujur saja ya. Kadang-kadang aku ngerasa bahwa tulisan-tulisanku di sini kalah keren dari mana-mana daripada tulisan-tulisan teman-teman yang aku ikuti blognya. Tapi kemudian aku berpikir bahwa setiap orang pasti punya ciri khas sendiri dalam tulisannya, sehingga dia jadi keren dengan caranya sendiri. Well, manusia memang nggak pernah bisa berhenti berpikir bahwa rumput tetangga lebih hijau, kan?
Tahun-tahun pasti akan segera berlalu setelah aku menulis postingan ini. Kuharap, ketika aku membaca ini lagi nanti, aku nggak kehilangan diriku sendiri dalam setiap tulisanku. Semoga aku tidak akan pernah melupakan bahwa it's always feels like home, when writing becomes my world.

semangat :D #seperti yang sering kamu tulis di harian kentingan
BalasHapusSiaapp! :D Thanks ulyaa :'))
HapusMembaca tulisan ini lagi pada 21 Januari 2018. Aku takjub bertemu denganmu, diriku hampir lima tahun yang lalu! Terutama karena bahasamu. Ya, bahasamu. Ya-Tuhan!
BalasHapus