Kontribusi Nyata


Hai kamuu J Apa kabar nih? Pasti udah kangen kaan beralay ria dengan diriku ini? Huwaahahahaha yaudah cukup-cukup. Daripada kamu langsung mengeklik close lalu aku menyanyikan lagu Jangan tinggalkan akuuu ... Kumohon kepadamuuu... mari kita langsung berbagi cerita saja J

Hari Minggu kemarin (3 Maret 2013) aku pergi ke Mojosongo bersama anak-anak BEM Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) UNS. Ngapainkah aku kesana? Mau tahu? Mau tahu aja apa mau tahu banget? -(cukup im cukup -_-) Hehehe maap-maap. Kalo lagi seneng emang suka kumat sih alaynya- Jadi, kepergianku ke Mojosongo hari Minggu kemarin adalah untuk ikut meramaikan, Sekolah Kampoeng Bhakti Saseru (SKBS).

Apalagi itu SKBS? SKBS adalah salah satu subprogram Dusun Binaan-nya BEM FSSR UNS yang dilaksanakan tiap hari Minggu dari pukul 13.00 sampai pukul 15.30. Nah, ngapain segitu jam di sana tiap hari Minggu? Menurut narasumber (Mas Wisnu), dulu agenda subprogram ini adalah bantuin anak-anak (kebanyakan usia SD sampai kelas 1 SMP) belajar. “Kalo gini terus, apa bedanya kita sama bimbel?” Begitu kata Mas Cantik yang sekaligus merangkap jadi Pimred Kentingan serta Menteri Kominfo BEM FSSR UNS ini. Akhirnya, mulai tahun 2011 (nek ora salah.hehehe aku lali) agenda kegiatan SKBS ini berkonsentrasi nggak cuma untuk meningkatkan kualitas otak kiri anak, tapi juga mengembangkan skill dalam bidang leadership, pengembangan minat bakat, dan kemampuan (Nyonto websitenya ini XD). Yah, pokoknya selain belajar, ada kegiatan-kegiatan mengasyikkan lain yang dilakukan di sana.

Nah, seperti Minggu kemarin nih, kegiatan yang diagendakan di SKBS adalah main sepak bola (buat yang cowok-cowok) dan lotisan (buat yang cewek-cewek). Rencananya sih gitu ... Tapi, gara-gara hujan yang turun dengan derasnya dari pukul 13.30 sampai pukul 15.00, akhirnya semuanya ngelotis dulu deh.

Sebelum menikmati segarnya buah yang dicolekkan ke sambel lotis,anak-anak dilombain menghias buah dulu. Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok, lalu masing-masing kelompok harus menghias buah-buah yang dibagikan kakak-kakak tadi seindah-indahnya. Mereka tampak antusias sekali melakukannya. Sementara mereka ramai melakukan anarki terhadap buah-buah itu, aku, Uul, Rila, dan Dian membuat sambelnya. Waktu buat sambel, ada aja anak-anak yang minta sambel duluan. Samuel, bocah kelas satu SMP itu adalah yang paling bandel.

Di sepanjang kegiatan berlangsung, aku merasa nggak berhenti berwajah seneng. Entah itu ikut ketawa melihat anak-anak yang antusias itu, atau tersenyum melihat semua ini: Mbak Nisa yang dengan akrabnya memeluk Tania dan Ika, Mas Wisnu yang oper-operan bola sama Samuel waktu baru datang tadi, anak-anak cewek yang semangat banget nembang bareng Rila waktu anak-anak cowok pada main bola setelah hujan (akhirnya) mereda, Enggar yang bertanya ini itu pada Dian, Bela yang belajar membaca sama Indri, pokoknya semuanya deh. Ini benar-benar menyenangkan. Anak-anak ini, mahasiswa-mahasiswa ini ... Apakah aku merasakan ini semua karena baru pertama kali kesini atau memang beginilah rasanya setiap hari Minggu bersama mereka?

Pukul empat sore, kegiatan hari itu benar-benar usai. Lotisan udah, main bola udah, shalat ashar juga udah. Setelah pengumuman lomba menghias buah (yang menang para cewek-cewek kelompok empat) dan berdoa, satu per satu anak-anak itu berpamitan dengan mencium tangan kami. Habis itu, kami pun saling berpamitan untuk pulang.

Hari itu aku belajar satu hal –mengutip Aa Gym-: berbuatlah mulai dari yang kecil, dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang. Simple saja semua ini. Mengutip kata-kata Mas Wisnu di facebook tempo dulu: kontribusi nyata. Sederhana, tapi benar-benar ada, nggak cuma cetak hitam di atas putih belaka.

Begitulah ... Akhirnya, Mas Wisnu, Mbak Bungsu, Mbak Zahra, Mbak Nisa, Mbak Widya, Dian, Uul, Isti, Akfa, Rila, Indri, makasih yaa  untuk memberiku kesempatan ketemu sama Samuel, Devi, Bela, Tania, Ika, Enggar, dan semuanya :)

PS.
Lotisan, dari kata dasar lotis, adalah makanan khas Jawa (?) yang terbuat dari berbagai macam buah yang dipotong-potong sedemikian rupa, kemudian dicolek ke sambal yang terbuat dari banyak gula merah, sedikit cabe merah dan garam.

PPS.
FISIP mana FISIP? -___________-

Komentar

  1. ada apa dengan FISIP? ntar saya bikin agendanya, matur ke sosma BEM FISIP
    #eaakk

    BalasHapus
  2. ngahahha sono giih matuur, FISIP punya kek yang macam beginiaan :P

    BalasHapus
  3. sebenere ada kok dusbinnya FISIP,, cuman kurang terdengar aj sama warga FISIP sendiri,, kpan2 ikut yak,

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer