Lagi-lagi Kangen
Hai kamu. Aku lagi kangen. Tapi kali ini bukan sama gunung. Tapi sama kamu. Iya, kamu. Aku kangen ngobrol panjang lebar denganmu tentang berbagai hal. Benar-benar panjang dan lebar, jadi luas. Kalau bisa ditambah tinggi sekalian. Pokoknya kita ngobrol banyak, nggak ada habis-habisnya. Mulai dari yang nggak penting sampai superpenting. Mulai dari celoteh remeh temeh sampai beroleh pelajaran berharga dari masing-masing kita, semangat, apapun yang membuat hidup jadi lebih hidup. *halah*
Aku juga kangen ejekan-ejekan yang kamu lontarkan dengan sepenuh hati padaku sewaktu kita masih saling menyapa dengan menyebutkan nama. Aku kangen candaan-candaan tanpa jaim-jaiman diantara kita. Bukan, bukan yang gombal pakai kata "di hatimuuu" dan sejenisnya. Entahlah yang bagaimana. Pokoknya bukan candaan yang dipaksakan untuk membuatku salah tingkah lalu mengirimkan emoticon titik dua bintang sebagai balasan. Aku kangen perasaan senang atau apalah sejenisnya hanya dengan membaca sebaris kalimat di pesan singkat darimu. Apakah sekarang aku tidak merasa demikian? Entahlah, rasanya beda aja.
Aku kangen masa-masa saat kita masih menjadi teman. Masa-masa ketika semuanya berjalan dengan wajar dan menyenangkan. Saling melindungi, juga menghargai sepenuh hati. Alami. Ah, bisakah seperti itu sekarang? Aku nggak yakin. Karena nyatanya hubungan kita lebih dari sekedar teman. Tapi, nggak juga bisa dibilang sahabat. Mungkinkah seperti kakak adik? Ah, itu nggak juga. Entahlah, pokoknya kita sekarang sudah nggak pernah memanggil dengan nama kita masing-masing. Kamu dan aku saling memanggil dengan sebutan sayang. Eh, kenapa kita jadi memanggil dengan sebutan sayang ya? Ah iya. Karena ada sesuatu semacam cemburu bila melihat cewek lain bersamamu, sesuatu semacam rindu bila tak bertemu. Sesuatu semacam cinta. Yes, satu kata yang membuat berjuta umat dunia berseri-seri harinya, galau status facebooknya, galau pula kicauan di twitternya.
Tapi, kalau panggilan sayang membuat kita jadi kehilangan candaan dan obrolan menyenangkan layaknya teman, ... Kalau panggilan sayang membuat kita kehilangan nasihat seperti sahabat sejati, yang meskipun sakit tapi itu tanda bawa ia peduli ... Kalau panggilan sayang membuat kita merasa benar melakukan segala hal atas nama cinta ... Aku sungguh nggak rela.
Makanya malam ini aku kangen. Kangen kamu. Kangen kita. Kita yang dulu saling melindungi, juga menghargai sepenuh hati. Kita yang bercanda dan ngobrol layaknya teman, rela berucap yang sebenarnya meski menyakitkan. Tapi nggak papa, demi kebaikan. Kita yang ... Hah, entahlah. Pokoknya yang nggak cuma mengumbar emoticon titik dua bintang di facebook atau SMS-SMS selamat pagi sayang semacamnya seperti sebuah keharusan. Kita yang bisa menjadi teman. Kita yang juga bersahabat karib.
Yah, begitu deh.

titik dua de
BalasHapusTitik dua koma atas kurung tutup
HapusEh tutup kurung ding
Hapus