Novelis Kebacut
122 Days Until Novel Jadi
Hai. Nama saya na’im. Biasanya sih dipanggil imut *banting
leptop buku segala yang ada dalam kamar huahaha. Saya adalah mahasiswa yang
cukup baru di sebuah universitas di kota Surakarta. Saat ini saya sedang galau
setengah mati entah karena apa, lalu terpikir oleh saya menulis catatan tentang
perkembangan novel pertama saya. Iya, saya mau bikin novel. Bukan, bukan nasi
goreng. Sumpah ini novel beneran kok. Aduh jadi ngaco lagi nulisnyah -_- Jadi,
novel saya ini berjudul “Jurnal Pelajar Kebacut”. Anda tahu arti kebacut?
Kebacut adalah salah satu kosakata dalam Bahasa Jawa yang berarti terlanjur.
Betul saudara-saudara, terlanjur. Tidak, anda tidak salah baca. Ya, ya, jangan
khawatir mata anda masih normal kok *pletak. Oke, bek tu topik.
Jadi, “Jurnal Pelajar Kebacut” ini mengisahkan seorang anak SMA bernama Nana
yang sudah terlanjur kebacut menjadi siswa yang seikhlasnya.
Dia ini terlalu cerdas kali ya, sampe-sampe mikir sekolah aja nggak mau.
Baginya, sekolah lebih dari itu. Tau dong, anda? SMA gitu lhoooo … Ada cinta,
sahabat, pokoknya semua yang remaja banget deh! Eits, tunggu-tunggu. Jangan
berhenti baca dulu, dong. Novel ini beda lho, BEDA! Dari judulnya aja udah
kerasa bedanya kan? Ya kan? Huahahahha
Terus, apa dong bedanya? Novel kebacut ini
-saya namakan novel kebacut karena sudah dari jaman saya cantik nggak
kelar-kelar juga saya nulisnya- berisi tentang perjuangan seorang anak manusia
untuk berusaha mendapatkan lagi kecerdasan otak kirinya. Memangnya dia ini bego
banget ya? Aduh gimana ya. Nggak sih, eh, iya ding. Aduh susah deh jelasinnya.
Pokoknya, persepsinya selama ini bahwa semua akan baik-baik aja asal ada
sahabat, pacar, dan ekskulnya yang keren adalah salah. Ternyata SMA nggak
se-wow yang di sinetron-sinetron itu, nggak semudah minta uang jajan sama orang
tua tiap hari, pokoknya SMA nggak cuma tentang cinta, pacar, dan sahabat. Lebih
dari itu, SMA adalah tentang mimpi. Mimpi yang wajib diperjuangkan, se-impossible mimpi
itu bagi orang lain. Ia hanya memperjuangkan satu mimpi sederhana yang mudah
didapat oleh orang berduit atau mereka yang nggak pernah absen di kelas dan
merhatiin pelajaran dengan baik: masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Tapi,
siapa yang tahu kalau hal sesederhana itu membuat bocah ini -Nana- lebih memaknai
arti perjuangan?
Ah, kayaknya ngebosenin ya ini novel? Hihi kalo kalian
beranggapan demikian, maka wajiblah hukumnya bagi anda sekalian untuk membaca
novel saya kalo udah jadi ntar. Bener nggak sih ngebosenin? Silahkan dijawab
empat bulan lagi ya. Atau lebih, pokoknya sampai anda bisa baca novel saya
dalam bentuk buku. -Aamiin Ya Allah aamiin!!-
Btw, saya menulis curhatan saya disini tak lain dan tak bukan
adalah supaya saya mau nulis. Itu aja. Apa saya ini bener-bener nggak pernah
nulis? Ah bukan gitu saudara-saudara. Hanya saja, saya ini nggak bakal nulis
dengan sungguh-sungguh kalo motivasi saya nggak kuat. Jadi, saya berharap
dengan adanya deadline yang saya buat sendiri -serta blog curhatan ini-,
novel kebacut saya akan segera kelar, segera bisa dibaca oleh
khalayak dunia lain *eh dan saya sangat berharap supaya novel saya ini bisa
memberikan hal yang bermanfaat serta membuat pembacanya menjadi pribadi yang
lebih baik lagi :)
Okedeh, ini dulu curhatan saya. Saya mau nyuci baju dulu,
terus baca buku, terus nulis deeeehhh hihiiuw jadi semangat lagi nih!
Salam kebacut,
Na’im :3
Tulisan di atas adalah postingan
pertamaku di tumblr. Aku menulisnya pada tanggal 14 September
2012, kurang lebih hampir setengah tahun yang lalu. Menurut
postinganku di atas, harusnya novel kebacut yang kurencanakan sudah jadi
dan dibaca oleh seluruh penjuru dunia lain *eh*. Tapi, as you see, aku masih galau-galau aja sampai sekarang. Memangnya,
apa sih yang aku lakukan selama berbulan-bulan ini? Entahlah, aku juga nggak ingat udah ngapain aja -_-
Apakah aku separah ini? Maksudku, kamu
bisa membaca semua tulisanku ini kan? Aku bisa menulis sepanjang ini, tapi
kenapa untuk menulis satu cerita utuh aja nggak juga bisa? Huhuhu sedih sekali.
Dari dulu kerjaanku berkoar-koar melulu kalo aku bakal nyelesein ini novel,
bakal jadi penulis paling keren sepanjang masa, tapi buat bikin karya beneran
aja ngadat melulu. Malu banget sama temen-temenku yang udah bikin
banyak karya –bahkan novel- tanpa nggak banyak koar-koar kayak aku ini -_- Bahasa
kerennya, mereka ini talkless do more,
tapi aku talkmore do less. Meeen ini
nyesek buanget-buanget-buanget!
Baiklah, ayo diriku, talkmore
do more mulai dari detik ini!!
PS.
Men, nggak
ada yang bisa nolong diri elu selain elu sendiri dan Tuhan. Kalopun ada orang
lain, itu adalah pertolongan Tuhan yang Dia kirimkan lewat orang yang nolong
elu itu.
PPS.
Aduh ini apaan coba -______________________- yaudah deh, have
a great Tuesday night kamuu! :D

Komentar
Posting Komentar