Anak Pertama
NOVEMBER 12, 2012
“Ma, aku hamil …”Bagi seorang penulis, buku hasil karyanya adalah anaknya dan proses menulis sebelum bukunya terbit adalah masa-masa mengandung alias hamil. Hamil buku maksudnya. Proses hamil ini kata Raditya Dika emang bener-bener kayak hamil beneran. Nggak selalu mulus -karena tentu saja bawa-bawa calon anak kemana-mana itu butuh perjuangan-, tapi kalo udah lahiran alias bukunya terbit, lega deh kayak pengantin baru menyambut lahirnya anak pertama.
Sebagai seseorang yang bercita-cita jadi seorang penulis, tentunya aku pun pernah mencoba untuk hamil. Sekali lagi aku perjelas, hamil buku. Jangan mikir macem-macem. Namun, karena alasan yang nggak bisa dipertanggungjawabkan kayak nggak ada waktu nulis dan lain-lain, sering kali aku mengalami keguguran dan “anakku” gagal lahir.
Karena merasa jengah, gemes abis, dan udah ngebet banget pengen punya “anak”, akhirnya aku memutuskan untuk “hamil” lagi dan membuat Jurnal Menulis. Semoga dengan hadirnya jurnal ini, aku jadi lebih bisa konsisten dan komitmen untuk menulis sehingga calon “anakku” ini nggak kekurangan gizi dan pada akhirnya bisa lahir dengan sehat wal afiat. Aamiin.
“Kali ini, mama akan menjagamu dengan sebaik-baiknya sayang. Mama akan berjuang sekuat tenaga supaya kamu bisa lahir dengan ganteng atau cantik, sehat, dan ceria”
9:50PM | URL: http://tmblr.co/Z0OVKuX7lhkE FILED UNDER: Curhat calon penulis writer's diary penulis dreamer dreams hamil
148 hari sejak postingan di atas aku publikasikan di tumblr alias hari ini, akhirnya anak pertamaku lahir! :') Ah, aku terharu banget melihat print out novel pertama yang kutulis sampai selesai dia atas kasurku sekarang. Haaa ... Aku deg-degan melihatnya. Akhirnya, Tuhaaan akhirnyaaa! Setelah 18 tahun lebih mau nyelesein satu novel nggak kelar-kelar, jadi juga ini novel sampai pada kata "tamat". Thanks yaa buat Bukune yang udah ngadain lomba novel sehingga aku terpacu buat nulis sampe selesai -menangnya sih nggak optimis-. Thanks berkali-kali lipat lagi buat yang udah nyemangatin aku nulis, percaya kalau aku bisa meskipun nyatanya bisa juga walaupun mesti maksa. Aku nggak akan nyebutin nama mereka satu persatu, ntar aja deh kalo novel ini beneran bisa terbit. Huehehe. Ngarep banget. Tapi amin deh.
Sebenarnya, kalau mengacu pada definisi postinganku di tumblr itu, anakku baru bisa dikatakan lahir kalau udah diterbitin sama penerbit. Tapi, ketika menulis postingan ini, pandanganku terhadap definisi kelahiran anak pertama bagi seorang penulis telah berubah. Bagiku, kalau semua kisah yang mengeram di otak telah keluar menjadi kata-kata dalam kertas maupun Ms. Word, lalu sampai pada kata "tamat", saat itulah anak pertama dikatakan lahir. Namanya baru lahir pasti masih bayi dong. Nah, seorang bayi kecil mungil tentu butuh perawatan yang baik biar tumbuh jadi anak yang baik pula. Perhatian penuh, kasih sayang, dan bimbingan yang tepat harus diberikan pada si mungil supaya kelak ketika dia harus menghadapi dunia, dia telah siap sedia, berhasil melawan segala rintangan yang ada, lalu keluar sebagai juara pertama. Nah, sama seperti seorang bayi mungil, novel yang telah kulahirkan dengan susah payah ini baru memasuki tahap persiapannya menghadapi dunia: self editing.
Sebenarnya, kalau mengacu pada definisi postinganku di tumblr itu, anakku baru bisa dikatakan lahir kalau udah diterbitin sama penerbit. Tapi, ketika menulis postingan ini, pandanganku terhadap definisi kelahiran anak pertama bagi seorang penulis telah berubah. Bagiku, kalau semua kisah yang mengeram di otak telah keluar menjadi kata-kata dalam kertas maupun Ms. Word, lalu sampai pada kata "tamat", saat itulah anak pertama dikatakan lahir. Namanya baru lahir pasti masih bayi dong. Nah, seorang bayi kecil mungil tentu butuh perawatan yang baik biar tumbuh jadi anak yang baik pula. Perhatian penuh, kasih sayang, dan bimbingan yang tepat harus diberikan pada si mungil supaya kelak ketika dia harus menghadapi dunia, dia telah siap sedia, berhasil melawan segala rintangan yang ada, lalu keluar sebagai juara pertama. Nah, sama seperti seorang bayi mungil, novel yang telah kulahirkan dengan susah payah ini baru memasuki tahap persiapannya menghadapi dunia: self editing.
Baiklah, anakku, mari sini Mama siapkan kamu jadi anak terbaik sedunia!

Komentar
Posting Komentar