Elise yang Lain
Kupandangi barisan not-not balok di hadapanku. Kertasnya sudah lusuh, warnanya kekuningan tanda telah dimakan usia. Judul di atas not-not balok yang nggak aku mengerti itu membuatku bertanya-tanya. Siapa sih sebenarnya si Elise ini sampai-sampai Beethoven mengabadikan namanya dalam nada-nada yang (katanya) indah ini? Kurasa nggak ada yang benar-benar tahu siapa wanita ini. Tapi, nada-nada ini sudah menjadi bukti yang cukup untuk merepresentasikan seberapa besar perasaan musisi tunarungu itu pada gadis Elise ini.
"Sedang apa kau disini?" Aku menoleh pada suara yang datang dari belakangku. "Ayo keluar. Semua orang sudah menunggu."
"Iya Kak. Sebentar lagi." Kuletakkan kertas usang itu di atas piano yang berdebu, lalu berjalan perlahan meninggalkan ruangan besar itu. Beruntungkah si Elise ini karena telah diabadikan namanya melalui nada-nada indah oleh seseorang yang sangat mencintainya? Malangkah musisi terkenal ini karena ia hanya dapat memiliki Elise melalui not-not balok? Ya, mereka, Beethoven dan Elise tak pernah bersatu. Ditulis di Wikipedia, Elise sudah keburu menikah sebelum Beethoven menyatakan perasaannya. Beethoven yang malang.
"Ah, kau cantik sekali hari ini, Elise." Bisik pria tampan di hadapanku itu di telingaku. Ah, perjalanan ke altar tadi terasa seolah hanya ilusi saja. Aku memaksakan seulas senyum padanya.
Bagaimana perasaan Elise pada Beethoven? Apakah dia sempat mengenalnya? Apakah Elise sebenarnya juga mencintai Beethoven? Kalau Elise yang itu tidak, Elise yang sedang mengucapkan janji pernikahan ini iya. Elise bergaun pengantin ini mencintai Beethoven.


Komentar
Posting Komentar