19+
Aku : Kalau kamu mau tahu lebih jauh tentangku dan memutuskan untuk mengeklik link about me di atas situ, kamu akan menemukan tanggalku lahir, yaitu kemarin. Jadi, kamu tahu kan kemarin itu hari apa?
Kamu : Hari Sabtu.
Aku : Yak, benar sekali. Lebih spesifik?
Kamu : Hari Persatuan Hukum-Hukum ASEAN.
Aku : Itu benar juga. Lebih spesifik lagi?
Kamu : Hari ulang tahun Shinichi Kudo.
Aku : Baiklah -_-
Jadi, kemarin adalah hari ulang tahunku *gek terus ngopo?* Yang ketinggalan berita, boleh ngucapin sekarang lho. Huehehehe. Umurku sekarang 17 tahun. Ditambah dua tahun. Ditambah lagi 22 jam 59 menit. Kalo dijumlah, jadilah 19 tahun 22 jam 59 menit. Terus? Yaudah. Hahaha. Oke, aku garing. Sori. Sebenarnya, aku nggak tahu musti bagaimana memulai tulisanku hari ini. Harusnya aku ngerjain makalah Kommas yang DL-nya besok, tapi apa daya ada kenangan yang harus kuabadikan lewat tulisan. Memang sih, ditulis besok-besok bisa juga. Tapi aku nggak mau, keburu nggak bisa menyelami rasanya ulang tahun kemarin. Hihihi.
Baiklah, begini. Aku nggak akan nulis banyak-banyak tentang Jumat kemarin, kemarin, sampai hari ini. Karena apa yang aku rasakan sampai detik ini masih membuatku speechless, sampai-sampai nggak bisa menulis dengan romantis pula. *beberapa menit kemudian* Aaaahh ... Demi Tuhaaaaan susah banget sih nulisnyaaaaaaaaaaaa!
Oke, begini. Mari kita mulai lagi. Jadi, ulang tahunku kali ini adalah salah satu dari ulang tahun terbaik dalam hidupku. Benar-benar salah satu ulang tahun terbaik. Ini bukan karena banyaknya ucapan selamat yang aku dapatkan dari banyak teman di media sosial, tetapi karena ucapan selamat yang datang dari orang-orang tersayang meskipun nggak pake reminder: ayah, ibu, adik (kuanggap dia juga mengucapkan selamat ulang tahun padaku lewat segala perlakuan imutnya padaku tiga hari ini), Mufid, Ikanov, Chamim, Niken, Agus (Magista Istiqomah), Genjes, Encil, Fida, Anggie, Evi, Mas Deby ... Semuanya. Aku nggak bisa mengucapkan apapun selain makasih, juga untuk sebuah gitar akustik warna biru, video berdurasi 4.01 menit, dan ucapan via telepon yang menyertai. Terimakasih, danke, thankyou sooo muuuch much, arigatou gozaimasu, matur nuwun bianget, merci ... Ah, bahkan ucapanku rasanya nggak cukup untuk merepresentasikan perasaanku sekarang ini. Pokoknya, semoga Dia membalas kebaikan kalian dengan berkali-kali lipat nikmat yang tak terhingga. Aamiin :)
Oke, begini. Mari kita mulai lagi. Jadi, ulang tahunku kali ini adalah salah satu dari ulang tahun terbaik dalam hidupku. Benar-benar salah satu ulang tahun terbaik. Ini bukan karena banyaknya ucapan selamat yang aku dapatkan dari banyak teman di media sosial, tetapi karena ucapan selamat yang datang dari orang-orang tersayang meskipun nggak pake reminder: ayah, ibu, adik (kuanggap dia juga mengucapkan selamat ulang tahun padaku lewat segala perlakuan imutnya padaku tiga hari ini), Mufid, Ikanov, Chamim, Niken, Agus (Magista Istiqomah), Genjes, Encil, Fida, Anggie, Evi, Mas Deby ... Semuanya. Aku nggak bisa mengucapkan apapun selain makasih, juga untuk sebuah gitar akustik warna biru, video berdurasi 4.01 menit, dan ucapan via telepon yang menyertai. Terimakasih, danke, thankyou sooo muuuch much, arigatou gozaimasu, matur nuwun bianget, merci ... Ah, bahkan ucapanku rasanya nggak cukup untuk merepresentasikan perasaanku sekarang ini. Pokoknya, semoga Dia membalas kebaikan kalian dengan berkali-kali lipat nikmat yang tak terhingga. Aamiin :)
Kalianlah kado terindah yang Dia berikan padaku hari ini. Na'imatur Rofiqoh sayang kalian. Sampai kapanpun.
xoxo,
A-happy-May-girl
PS.
Ini aku tulis beberapa jam kemudian, setelah kue ulang tahun dari penghuni kos Nurrohman yang super kece habis. Thanks ya Mbak Intan, Mbak Nofi, Rizki, Mbak Icha, Anggun. You really made my day :)
PS.
Ini aku tulis beberapa jam kemudian, setelah kue ulang tahun dari penghuni kos Nurrohman yang super kece habis. Thanks ya Mbak Intan, Mbak Nofi, Rizki, Mbak Icha, Anggun. You really made my day :)

Komentar
Posting Komentar