Krisis

Mati lampu

Ibarat gunung, aku sudah kehilangan pohon-pohon hijau yang hidup di dalamku.
Tanahku gersang, rumput mau tumbuh pun enggan.
Ibarat sungai, aku sudah kehilangan airku.
Yang tinggal hanya pasir, kerikil, dan batu-batu kali.
Ibarat pemimpin, aku sudah kehilangan sebagian rakyatku.
Ibarat tulisan, aku hanya media yang berisi huruf a sampai z yang tak berarti.
Tak membentuk kata, tak menyimpan makna.
Ibarat uang, aku sudah lama kehilangan harga.
Ibarat Indonesia, aku kehilangan pancasila.
Ibarat sepatu sebelah kanan, aku kesulitan menemukan pasanganku si sebelah kiri.
Ibarat global warming, aku tinggal menunggu tanggal main.
Ibarat burung, aku sudah hampir tak bisa terbang.
Ibarat kaki, yang kulakukan hanya berlari.
Ah, mungkin berjalan tanpa tahu tujuan.
Ibarat manusia yang seharusnya, aku sedang tidak tahu harus bagaimana.
Ibarat daging, aku tinggal seonggok Na'im.

Komentar

Postingan Populer