Menata Kenangan

Linda pernah bilang padaku bahwa salah satu alasan mengapa kita menulis adalah untuk menata kenangan. Kurasa memang demikian. Menata kenangan, terlebih lagi lewat tulisan memang dibutuhkan, karena kita melupakan apapun setiap saat. Aku bahkan dengan cepat lupa pada sebuah permen menthos yang diberikan padaku, kuabaikan ia -permen itu- sedangkan aku ngobrol ngalor ngidul dengan pemberinya.

*Tulisan selanjutnya hoax banget, serius. Jadi, kalau kamu masih lanjut baca, jangan salahkan aku jika kamu lalu meminta pada-Nya untuk mengembalikan waktu yang telah kamu habiskan untuk membaca tulisanku selanjutnya*

*I've warned you lho yaaa~*

I don't know what's exactly I want to write to you dini hari begini. Apakah ini termasuk dalam kategori menata kenangan atau bukan, karena yang akan kutulis ini soal ... Nggak tahu juga apa kosakata yang tepat untuk mendeskripsikannya. Hanya saja, semuanya jadi mendadak kusut. Aku yakin, yang kusut ini cuma pikiranku -Kan sudah kubilang padamu bahwa aku ini laut biru yang menyimpan berbagai gejolak di dalamnya huahaha-, dan bagiku tentu saja. Sayangnya, kusutnya pikiran itu membuatku bertindak bodoh, yang baru kusadari selalu kulakukan sedari dulu. Ibarat mau lewat jalan pintas biar cepet nyampe, tapi yang kulakukan itu malah membuatku menuju ke tempat berbeda. I wish I can turn back the time, and just walk on the road that I should through, menikmati belaian lembut angin sepoi, melihat burung-burung terbang melintasi langit biru ... Apapun yang hadir dalam perjalananku. Yang jelas, no shortcut. Well, of course I can't turn back the time. So what am I doing now is writing to you about this -meskipun mungkin kamu mulai memaki dalam hati apa maksud semua tulisan nggak jelas ini-, try to cheer my self up and not too much think about this stuff called hati. Can I?


Yang sebaiknya santai saja,
Na'im

Komentar

  1. confusing @_@
    aku juga pengen menata kenangan-kenangan hidup, tapi dalam bentuk foto,, :)

    BalasHapus
  2. Yang nulis aja confuse -___-
    So do it, don't stop on 'pengen' :p

    BalasHapus
  3. Andai kamu bisa membaca pikiranku, niscaya kowe ora bingung huahahahaha

    BalasHapus
  4. gk asik kalo aku bisa baca pikiranmu :P

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer