Semacam Entahlah
Untuk ke sekian kalinya, saya sungguh merasa bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, atau kalau mau melipur hati, belum. Belum apa-apa, belum jadi siapa-siapa. Buku yang saya baca belum seberapa, kosakata saya -baik Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris- masih belum bisa tepat mendeskripsikan apa yang ingin saya ungkapkan lewat tulisan, kegiatan-kegiatan yang saya lakukan masih jauh dari tidak menyia-nyiakan waktu, dan tulisan-tulisan saya, sebagai efek dari masih sedikitnya buku yang saya baca, yah, anda bisa menilainya sendiri: masih terlalu banyak keluhannya dibanding menulis apa yang setidaknya harus saya tulis, seenggaknya biar pantas status mahasiswa ini saya sandang. Yang lebih parah dari semuanya adalah, ah, hubungan saya dengan Dia. Saya butuh cahaya.

Komentar
Posting Komentar