Buat Manusia Kebesaran Hidung yang Boros Oksigen

Selamat tengah malam, manusia kebesaran hidung yang boros oksigen. Sedang apa kamu? Mungkinkah kamu masih terjaga? Mungkinkah setelah sekian lama tak pernah penasaran tentangku kamu sedang iseng mengepo seluruh kegiatanku di dunia maya dan menemukan tulisan ini?

Ah, entahlah sedang apa kamu, manusia kebesaran hidung yang boros oksigen. Aku tak pernah benar-benar tahu. Yang kutahu pasti, hari ini kamu sedang berduka. Kamu kehilangan untuk yang kedua kalinya sepanjang tahun ini. Itu kalau kepercayaan diriku ini benar.

Beratkah hari ini, manusia kebesaran hidung yang boros oksigen? Pasti iya. Ah, tapi kenapa kamu nggak memberitahuku lebih dulu, hanya karena takut menambah beban pikiranku? Kalau kamu tahu, aku bahkan sungguh kecewa bukan menjadi orang pertama yang tahu tentang itu. Kamu sedang berduka, dan aku bukan menjadi orang pertama yang menguatkanmu. Aku sampai berpikir bahwa, yah, aku memang tak lagi penting bagimu.

Benarkah semua pikiran ini, manusia kebesaran hidung yang boros oksigen? Tidak. Tentu saja tidak. Kamu hanya tak mau membuatku terlalu khawatir. Kamu hanya ... Ah, percuma berusaha berpikiran positif seperti apapun. Meskipun aku mengerti, sungguh mengerti, situasimu saat ini, tapi tetap saja. Kamu membuat jarak itu semakin nyata. Kita memang tak akan pernah bisa menjadi teman.

Komentar

Postingan Populer