Pertanda
Ada banyak hal yang ingin saya lakukan bersama kamu. Terutama di malam yang sedang banyak bintangnya sekaligus bonus bulan sabit seperti ini. Kalau kamu tidak keberatan, saya akan mengajak kamu ke suatu tempat, well, semacam bumi perkemahan -tapi nggak segitunya jugas sih-, pokoknya tempat dimana kita bisa mendirikan tenda, membuat api unggun, menyeduh secangkir teh, atau kopi, terserah maumu saja, lalu kita ngobrol panjang kali lebar jadi luas tentang semua hal, seperti selalu.
Kamu, dengan senyum berlesung pipit itu, selalu membetulkan kata-kata saya dengan mudahnya. Ya, dengan mudahnya. Kamu selalu menjadi pendengar yang baik, teman, sahabat yang sungguh baik buat saya, juga buat teman-teman kita yang lain. Kamu selalu begitu. Well, meskipun suatu saat ketika kamu baik pada semua orang saya merasa, ehm, baik, sudahlah. Saya nggak mau bahas soal yang ini.
16 Agustus kemarin kamu bilang, "Sampai ketemu di puncak" sama saya. Kita akan ketemu di Hargo Dumilah, puncak Lawu di ketinggian 3265 mdpl. Saya di sana 17 Agustus lalu, mencari-cari kamu. Katamu kamu bakal kesana rame-rame sama temen-temen SMA kamu. Iya sih, pagi itu puncak rame. Tapi hati saya sepi, nggak ada kamu sih. Eh, aduh, tuh kan, saya salah fokus lagi. Kamu, sih.
Baik, jadi waktu di puncak kamu nggak ada. Saya kesal banget nget nget. Baik, kesal aja deh. Habis, biasanya kamu itu nggak janji apa-apa, nggak bilang enggak, tau-tau nongol aja. Tau-tau ada aja. Tapi kemarin kamu nggak ada. Saya sedih, kecewa, marah, semua jadi satu. Padahal saya ngerti nggak seharusnya saya gitu. Kita kan emang nggak janjian mau ketemu. Di sepanjang perjalanan turun, saya penasaran kamu di mana. Nggak tau kenapa, hari itu nggak biasa-biasanya saya kepikiran kamu sampai segitunya. Tiba-tiba saja perasaan saya nggak enak. Kamu tahu tidak? Saya lari turun gunung, terus jatuh kesandung, terguling-guling. Untung nggak mati. Cuma kaki saya yang keseleo, membuat jalan saya lebih lambat. Padahal saya cuma keseleo ya? Tapi saya nangis kemarin. Dan tangisan itu memang merupakan pertanda.

Komentar
Posting Komentar