Untitled

Hari ini saya banyak pikiran. Mungkin karena saya lagi tanggal merah, mungkin juga karena hari ini saya lebih banyak membaca daripada hari-hari belakangan ini. Membaca memang selalu menyisakan berbagai pikiran. Tiba-tiba saya juga ingin mempunyai Catatan Seorang Demonstran yang versi cetak. Juga saya pengen naik gunung lagi, ke Gedhe Pangrango kalau bisa. Sama Genjes. Ahaha iya sama Genjes. Kenapa dia? Entahlah, rasanya saya pengen naik sama dia lagi aja.

Hari ini saya nggak jelas banget ya. Ah, saya pengen ber-alay ria kayak postingan-postingan saya setahun atau kurang yang lalu itu. Tapi, otak dan hati saya saat ini malah memerintahkan jari-jari saya untuk menekan huruf-huruf yang berbeda di tuts keyboard netbook saya. Temen saya bilang saya nggak jadi diri saya sekarang ini. Ada yang hilang dari saya. Aduh. Apa coba? Saya hanya berusaha ... Well, apalah ini namanya. Ketika kamu tahu ada yang harus kamu perbaiki dari diri kamu, kamu akan melakukannya kan? Barangkali inilah yang sekarang coba saya lakukan. Istilahnya upgrading diri. Ciye. Apa coba itu? Haha begitulah penjelasan keren atas hilangnya karakter saya yang entahlah saya juga nggak ngerti ini. Tapi, selain itu, saya punya penjelasan lain yang sepertinya lebih bisa diterima: biasalah, cewek kalo lagi tanggal merah kan emang suka semau-maunya sendiri. Huahaha.

Hari ini memang pas banget momennya untuk mengusik saya dan segenap apa yang mungkin belakangan ini tak saya perhatikan sama sekali. Tentang peran saya sebagai anak, sebagai mahasiswa, dan sebagai hamba. Ada banyak sekali hal yang harus saya lakukan untuk memantaskan diri saya menyandang sebutan itu. Ah, saya sungguh pelajar kehidupan yang belum naik kelas.

Komentar

Postingan Populer