Hujan Pertama
Beberapa hari terakhir ini saya merindukan hujan. Ketika ia turun sore tadi untuk pertama kalinya tahun ini di Solo, saya senang sekali. Saya sedang berada di sekre LPM Kentingan UNS ketika titik-titik air itu mulai berisik menimpa asbes tempat parkir di bawah sana, juga membasahi rumput, tanah, semuanya. Ah, tampaknya segar sekali aroma petrichor yang tercium dari tanah basah setelah terkena air hujan. Sayangnya saya nggak bisa mencium aromanya. Seminggu ini pilekmenyiksa hidung saya sehingga -ya ampun- saya kentut dan bau banget aja nggak nyadar. Muehehehe. Ah, bukankah sakit itu juga anugerah? Baiklah kalau begitu, pilek ini anugerah.
Kalau lagi sakit begini, saya kangen rumah. Terakhir saya pulang itu adalah hari Selasa dua atau tiga minggu yang lalu dalam rangka hanya mengambil laptop ibu saya -netbook ungu unyu kesayangan saya fix koit- untuk saya gunakan. Kalau sakit di rumah sih, saya tinggal tidur-tiduran aja di kamar, terus dimasakin apa yang saya minta -paling banter juga sop. Kalo sakit kan makan apa-apa juga pait aja rasanya-, diperhatiin makannya teratur apa enggak, dibawa ke dokter sesegera mungkin ... Itu kalau di rumah. Kalau di sini? Boro-boro peduli sama diri sendiri. Tugas yang menumpuk masih juga membikin diri ini membujuk tubuh untuk tetap bekerja membanting tulang siang dan malam -halah-.
Yah, pokoknya hidup di kota orang itu memang harus serba mandiri ya. Untunglah saya punya teman-teman yang baik hati mau saya titipin absen sewaktu saya benar-benar tepar. Wahahaha. Baiklah. Sekarang jam di desktop saya menunjukkan pukul 02.56 pagi. Saya harus tidur. Selamat pagi! :)

Komentar
Posting Komentar