Sejenak

Hari-hari berlalu
Ketika aku yang terakhir kalinya
Memandang wajahnya yang tenang dan lesu
Membuat aku termenung sejenak

Mana kuatku?
Mana indahmu?
Kita sejenak bertemu
Kita dilenyapkan waktu


Student Center UNS lt. 2, Oktober 2013



Puisi oleh Pandhu Abdisurya. Judul dan kalimat pertama oleh Na'imatur Rofiqoh. Awalnya, tulisan ini tak saya maksudkan sebagai puisi. Saya ingin mengisi waktu luang dengan menuliskan sesuatu seperti biasanya sembari menunggu stand pengembalian berkas screening calon anggota baru LPM Kentingan UNS. Sore itu, sebelum saya menuntaskan kalimat yang ingin saya tulis, saya baru ingat kalau saya belum sholat ashar. Maka saya pun menitipkan laptop pada Mas Pandhu -layouter LPM Kentingan UNS selain Mas Wisnu, Mas Rizal, dan Mbak Hesti- yang kebetulan baru ngobrol-ngobrol sama saya di stand, meninggalkan draf blog terbuka yang baru saja tertulisi kalimat hari-hari berlalu. Ketika saya kembali, puisi ini telah jadi. Dihapus sayang, maka saya pun memostingnya. Hehehe. Well, sekarang ini saya juga sedang menyenangi puisi. Entah mengapa. 

Komentar

Postingan Populer