Khianat 2
"Kau yang mengkhianati mereka? Huh, jangan mencari perlindungan diri. Sangat jarang 26 mengkhianati satu. Yang ada, satu yang mengkhianati 26." -Oyon
Empat kalimat itu menohok tepat di hati ketika mereka datang padaku lewat sebuah pesan singkat. Cowok gondrong nan pekok-an itu benar. Bukan a, b, c, d, e, f, g, h, i, j, k, l, m, n, o, p, q, r, s, t, u, v, w, x, y, dan z yang mengkhianatiku, karena mereka tak pernah pergi, pun berubah sedikitpun. Akulah yang melakukannya. Karena itu, aku datang malam ini, membuka kembali rumah yang sudah setahun lebih menjadi tempat tinggal keduaku, meski lagi-lagi tak tahu harus menuliskan apa. Aku hanya ingin pulang, seperti yang sudah-sudah. Aku tak tahu mengapa, tetapi ketika sampai di sini, tetap saja aku tak bisa berkata-kata lebih panjang lagi. Ada apa? Padahal aku di rumah. Ah, kurasa karib Nezumi yang terobsesi dengan seorang penulis Amerika yang mati bunuh diri itu mempunyai kalimat yang lebih tepat untuk ini: semakin aku berusaha untuk jujur, kata-kata yang tepat tenggelam semakin dalam di kegelapan.

Komentar
Posting Komentar