Niken!

Tampaknya, sebagian besar remaja seangkatanku (atau sepantaran, sebaya?) melalui dua dekade hidupnya tahun ini. Saya juga, sih, tetapi tidak sekarang. Ada orang lain yang duluan menyandang usia 20-an hari ini: Niken Laily Zulfasari. Kepadanya saya layangkan puk-puk dari kosan, lebih spesifik: dari Solo. Nah, kenapa juga saya mesti ngepuk-puk dia? Adakah usia 20 itu menandakaan suatu ketuaan yang harus dikecewai? Piye, Ken? Kowe ora sedih to? Tidak, saya yakin dia tidak sedih. Ada apa dengan usia 20-an, sampai-sampai salah satu teman saya pun bilang bahwa 20 tahun itu masih unbelieveable bagi dirinya? Piye Ken, kowe percoyo ora nek kowe saiki 20 taun?

Saya yakin teman (duekat) saya itu percaya-percaya saja kalau dia sekarang berusia 20 tahun. Bahkan, sepertinya saya bisa melihat dengan jelas wajahnya yang datar dan suaranya yang nggak kalah datar akan bilang, "Gek terus nyapo?" Terus kenapa? Ya nggak papa sih. Tapi, barangkali dia sekarang, kali aja gitu, jadi agak melankolis ketika menyadari usianya 20 tahun hari ini. Lalu dia akan menanyakan pada dirinya sendiri pertanyaan seperti ini: I'm 20. What life has done to me? What I have done to my life? (Huuu. Kuwi nek kowe, Im!) Hahaha. Saya nggak tahu apa yang dia pikirkan sekarang. Saya bukan cenayang, melainkan mak comblang. Yah, meski dari luar dia tampak seperti lautan biru yang indah, siapa tahu di dalamnya ia menyimpan gelombang tsunami yang mematikan? Tsah~ Barangkali setelah 2 Maret ini pun dia akan melanjutkan hari-hari seperti biasanya: berangkat ngampus pagi-pagi dengan sepeda birunya, memperhatikan dosen yang mengajar dengan baik, mencatat, ngerjain tugas, dan mengurusi hal-hal yang lain sampai baru pulang malam-malam dari kampus. Ah, barangkali hari ini pun adalah hari yang biasa bagi dia. 20 tahun, so what? Yah, terserah elu deh, Ken! Pokoknya baca aja ini tulisan sampai the end! Hahaha.

Saya sama Niken sudah temenan (duekat) selama hampir tujuh tahun, bareng-bareng juga sama anak Kece (Ikanov, Tito, Genjes, Nia, Mega. Kalau nyebut Niken, rasanya pamali kalau nggak nyebut mereka berlima juga. Hehehe). Di antara kami bertujuh, menurut saya dia ini yang paling bisa menjadi lautan biru yang dalam dan tenang ketika yang lain jadi banjir yang menyengsarakan. Hahaha. Meski begitu, dia juga salah satu yang memiliki tawa paling keras ketika kami sedang edan. Warna favoritnya hijau (?) dan dia nggak doyan pedes. Hari-hari bersama Niken itu layaknya berjalan di jalan yang mulus tanpa tanjakan maupun turunan. Ya, saya yang kata teman-teman (agak) berlebihan (bahasa gahulnya: alay) ini saja pun seringkali menjadi garing ketika berhadapan dengan manusia langka yang satu ini. Dia memang seringkali tidak berekspresi seperti suasana hati, juga (bagi saya) seringkali kesulitan memilih diksi untuk mengungkapkan sesuatu yang melankolis bagi dirinya. Tapi, selama hampir tujuh tahun saya kenal dia, dia selalu ada.

Maybe she doesn't go around loving everybody she meets.
Maybe her smiles are hard to come by.
But she does care for some people she loves.

(Suzanne Collins, diedit)

Ah, saya sudah nggak tahu lagi mau nulis apa. Pokoknya Niken gitu deh! Yah, sebenernya saya nulis panjang-panjang gini cuma mau bilang ini doang sama manusia satu itu: SELAMAT DUA DEKADE, NIKEN LAILY ZULFASARI!

Hari ini, hari yang (barangkali) kau tunggu
Bertambah Berkurang satu tahun, usiamu
(Tetap) bahagialah slalu

Yang kuberi, bukan jam dan cincin (aku lagi kere banget saiki -__-)
Bukan seikat bunga, atau puisi (...)
Juga kalung hati (ngko dhewe ndak dikiro lesbi)

Maaf, bukannya pelit
Atau nggak mau bermodal dikit (duit ra iso nggo tuku kekancan to?)
Yang ingin aku beri padamu
Doa setulus hati

Semoga Tuhan
Melindungi kamu

Serta tercapai semua angan dan cita-citamu
Mudah-mudahan diberi umur panjang
Sehat selama-lamanya
(Jamrud - Selamat Ulang Tahun)

Tak akan bisa dibeli.

Komentar

  1. :* so sweet bgt im,wkwkwk
    suwun lo ya
    mungkin ada bbrapa yg prlu sya klarifikasi,bhwa sepda yg sya pake kuliah warnanya merah dan warna favorit sya itu biru,
    tp whateverlah,
    suwun bgt ws menyempatkan wktu untk mnulis hal2 smacam ini
    dan gue harus mnyadari dg sesadar2nya kalo gue udah 20taon, ;-)
    kamu kpn nyusul,hahaha <3

    BalasHapus
  2. Kae sepedamu rupane biruuu pas SMP -___- wah, ngopo aku selalu merasa wong2 sing cedhak karo aku senengane ijo? Haha maafkan, ra bakal tak edit neng kono :p
    Saya masih cukup lama nyusulnya Ken, silahkan duluan jadi 20-an. Ahaha <3

    BalasHapus
  3. saya rasa saya lupa, dan hari ini saya mengucapkan banyak termikasih kepada anda na'imatur rofiqoh kerena sudah mengingatkan.

    BalasHapus
  4. Teman macam apa anda ini Tito Sukma? -_- Hahaha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer