Sebuah Ruangan Tanpa Siapapun

Ada kalanya kau menyadari bahwa di setiap adamu untuk segala hal lain, kau tak pernah benar-benar berada di sana. Kau pulang, tapi kali ini kau merasa tak berumah. Kau ada, tapi tak ada. Kau bersama-sama mereka, tapi hanya wujudmu saja. Kau tak ingin begitu, tentu saja. Kau bahkan bukan tipe seseorang yang akan menjadi begitu sok melankolis, di keramaian pun aku masih merasa sepi. Kau tidak antisosial. Temanmu banyak -yang selalu ada maupun yang hanya mengada. Tapi kemudian kau menyadari, jauh di dalam kamu, selalu ada sebuah sudut yang tak akan pernah berhasil diisi oleh seorang pun. Tidak seorang pun.

Ada tempat di dalam hati
yang tak kan pernah terisi.
Sebuah ruang.
Kita akan lebih mengenalnya.
Ada tempat di dalam hati
yang tak kan pernah terisi.
Dan kita akan menunggu
dan terus menunggu di ruang itu.
(Beautiful Creature, ketika filmnya hampir berakhir)

Pada suatu waktu, kau akan benar-benar menyadari bahwa... yang ada hanyalah kau. Tak ada orang lain. Hanya kau. Barangkali kau menyebutnya kesepian, tapi terkadang kau pun merasakan kebahagiaan. Bahagia karena akhirnya kau ada untuk dirimu sendiri. Atau malah kau marah? Karena ternyata tak ada seorang pun yang benar-benar bisa kau andalkan kecuali dirimu sendiri. Tak ada yang bisa membuatmu berdiri kembali, kecuali kedua kakimu sendiri. Karena tak ada seorang pun yang benar-benar selalu ada untukmu setiap waktu. Tak ada seorang pun yang mau berusaha begitu keras hanya demi seonggok daging macam kamu. Sial. Kau kesal, tapi hatimu tak kuasa menyangkal.

Pada suatu waktu, kau akan masuk ke dalam sebuah ruangan. Sebuah ruangan tanpa siapapun. Di dalam kau, hanya ada kau... dan Dia.

Komentar

  1. Salam kenal, kak~
    aku suka tuliannya ^^b
    btw aku baru saja posting dan ternyata dengan judul yang sama hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer