Dia dan Buku
Baru-baru ini, kami ke Gladak lagi. Seperti selalu ketika aku menemani dia, satu persatu kios buku ia datangi. Dia telaten sekali memilih tiap buku bekas itu. Padahal,aku yang lebih dulu berkenalan dengan buku daripadanya pun, tak pernah punya kesabaran sebesar itu. Hahaha. Aku jarang sekali cemburu padanya karena seseorang (cowok). Tapi, pernah sekali buku membuatku cemburu. "Sudah terlanjur nikmat baca buku. SMS-annya nanti lagi ya." Begitu katanya lewat pesan pendek pada suatu malam. Ah, tak ada hal lain yang ingin kulakukan kecuali menimpuk kepalanya saat itu juga. Tapi, dia dan buku memang sulit dipisahkan, sih. Sialan. Hahaha.
Di antara kios-kios buku bekas yang berjajar, orang-orang tua yang menungguinya, dan anak kecil yang tertidur begitu lelap itu, he's there.

Aduh, "he's there".... :"))))))
BalasHapus