Malam pelan-pelan merangkak menemui mati. Barangkali, meski dini hanya menawarkan sepi, sepi dan sendiri, ada saja manusia-manusia yang enggan ia pergi. Bangunnya matahari berarti tenggat segala realita yang tak hendak cepat-cepat  diketahui semakin mini. Sementara otak sudah kelelahan meladeni diksi, --kata-kata macam apakah yang dapat mendefinisikan dengan tepat luka teramat dalam di hati?-- dini tetap berusaha menemui pagi. Dan hati tetap saja tercabik-cabik oleh belati. Ah, biarlah. Kalau begitu biarlah luka-luka berjumpa dengan pagi. Lalu, semoga tak ada lagi duka di depan sana yang menanti.

Komentar

Postingan Populer