Dari yang Jauh


Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu. Berulang terus, menjadi penanda tenggat-tenggat yang menjerat. Tugas ini, tugas itu. Kelas ini, kelas itu. Teman-teman yang seorang pun tak dapat diajak bicara. Guru-guru yang tak seharusnya mendapat murka, tetap kena imbasnya: disalah-salahkan atas segala kecewa. Padahal ia juga sama manusianya. Punya hidup dan persoalan yang sama sukarnya!

Tidak ada yang perlu disalahkan, kata hati. Tak perlu merasa menjadi satu-satunya yang patut diperhatikan. Diri selalu terlalu tinggi hati, jarang lagi dapat berlapang hati. Maka hari-hari semacam menjelma sekadar peristiwa tanpa makna. 

Betapa menyedihkan.

Komentar

Postingan Populer