Malam Pertama di Jogjakarta

Sedari di jalan, Yogyakarta Kla Project berulang kali berdendang di kepala. Tetapi lirik yang terdengar hanya sepotong-potong dan tidak jelas karena aku tidak hafal benar lagu ini. Aku bertanya-tanya, mengapa banyak orang menyukai kota Jogja. Bahkan, seorang temanku semacam kecanduan dengan kota ini dan wajib ke Jogja dalam periode tertentu. Padahal waktu hanya habis di sepanjang Malioboro. Samar-samar, aku pun mengingat sejumlah gambar di jejaring sosial facebook yang memuat sejumlah tokoh dengan testimoninya soal Jogja.

Mungkin, Jogja memang berbeda. Mungkin. Karena aku belum tahu benar. Selama ini, aku hanya melewatinya saja. Belum pernah berhenti, berhadapan, dan menjamah dirinya, mempunyai jawabanku sendiri atas pertanyaan mengapa Jogja istimewa. Tetapi, bukan untuk itu aku datang kemari.

Jogja detik ini hanyalah sebuah kota. Kota tempat Wahib memulai segalanya.

Komentar

Postingan Populer