Han 2

Pada suatu pagi yang biasa, saat Tuhan membangunkan manusia-manusia paling beriman di muka bumi, atau manusia-manusia itu yang membangunkan Tuhan lewat TOA di pagi buta yang semestinya hening sendu saja, seorang perempuan dua puluh empat setengah tahun masih tidak sadarkan diri di kasur, seperti biasa juga. Perempuan itu bangun siang seperti biasa, mengintip telepon genggam, tidak ada SMS. Matanya melirik komik Detektif Conan, sepuluh edisi pertama tertebus selembar utang. Doa pagi yang kesiangan: semoga komik-komik Detektif Conan yang tersisa di Gladak itu tidak ada peminatnya. Amin. Di Whatsapp ada potret teman melangsungkan pernikahan. Ada kabar duka pesawat terbang di lautan. Puisi-puisi salah waktu terbit. Pameran kesepian. Nasihat-nasihat bijak, eh, Tuhan lagi. Halo, Han, berapa nomor Whatsapp-Mu?

Dia sudah lama lupa cara berdoa. Tapi Tuhan tetap suka dia apa adanya. Iya kan, Han?

Komentar

Postingan Populer